Pembudidaya tidak harus memelihara tiram mutiara dari benih hingga menghasilkan mutiara. Sebab itu perlu waktu yang lama, kata Gemi.
Gemi menjelaskan kegiatan pendederan tiram mutiara merupakan pemeliharaan dari ukuran spat 1 – 2 cm, hingga menjadi tiram ukuran 6 – 9 cm dan siap insersi (10 cm atau lebih), menjadi salah satu segmen usaha yang potensial bagi masyarakat pesisir. Sebab segmentasi usaha pendederan tiram mutiara cukup mudah dan murah.
Melalui usaha pendederan, kata Gemi, pembudidaya tiram mutiara dengan modal yang murah, karena tidak memerlukan pakan. Hasil produksinya berupa tiram mutiara ukuran 10 cm yang siap diinsersi, bisa langsung dijual kepada perusahaan perusahaan produksi mutiara.
Plt. Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Wawan Cahyono Ashuri, mengatakan harga jual tiram mutiara yang siap diinsersi sangat menjanjikan, bisa mencapai harga hingga Rp 2.500 per cm, tergantung kesepakatan dengan perusahaan produksi mutiara.
Wawan menjelaskan segmentasi produksi tiram mutiara dimulai dari Pembenihan yaitu pemijahan, pemeliharaan larva dan panen spat memerlukan waktu sekitar 45 hari per siklus.
Pendederan dimulai dari persiapan longline, penebaran tiram kecil (spat), penjarangan dan pemeliharaan hingga menghasilkan tiram mutiara yang siap insersi memerlukan waktu sekitar 20 bulan per siklus.




