BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering seiring musim kemarau yang masih berlangsung.
Meskipun demikian, BMKG mencatat, hujan dengan intensitas lebat masih terjadi di sebagian wilayah Indonesia.
Pada periode 1–4 Oktober 2026, hujan lebat tercatat di Papua (96 mm/hari), Sumatera Barat (95 mm/hari), Aceh (66 mm/hari), Sumatera Utara (60 mm/hari), Nusa Tenggara Timur (59 mm/hari), Jawa Barat (57 mm/hari), dan Riau (51 mm/hari).
Kejadian tersebut didukung oleh dinamika atmosfer regional dan lokal, seperti aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di wilayah Sumatera, perlambatan kecepatan angin di sekitar Jabodetabek dan Papua, serta suhu muka laut yang relatif hangat, sehingga memicu pengangkatan udara dan pembentukan awan hujan signifikan.
Kondisi ini menunjukkan kontras yang cukup nyata antarwilayah. Sebagian wilayah masih menghadapi kondisi kering dan peningkatan kerawanan karhutla, sementara di wilayah lainnya potensi hujan lebat hingga sangat lebat secara lokal tetap terbuka akibat dinamika atmosfer yang masih aktif, sehingga masyarakat tetap perlu waspada dan selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG.



