Minggu, Oktober 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kondisi Lamun di Perairan Gorontalo Teluk Tomini Rusak dan Kurang Sehat

redaksi
2 Maret 2026
Kategori : Berita
0
Kondisi Lamun di Perairan Gorontalo Teluk Tomini Rusak dan Kurang Sehat

Spesies lamun di lokasi penelitian di perairan Kota Gorontalo. FOTO: KOLEKSI SITTY AINSYAH HABIBIE

”Temuan kami tutupan lamun di perairan Teluk Tomini Gorontalo termasuk pada kategori tutupan jarang-sedang dan berada pada kondisi rusak/ miskin hingga rusak/ kurang kaya/kurang sehat,” ujar Sitty Ainsyah Habibie penulis pertama, kepada Darilaut.id.

Kondisi lamun rata-rata penutupan dalam satu lokasi dimasukkan ke dalam kategori berdasarkan pada Rahmawati et al. (2014). Persentase tutupan lamun 0-25% berada dalam kategori Jarang, 26-50% kategori Sedang, 51-75% kategori Padat, dan 76-100% kategori Sangat Padat.

Selanjutnya, kondisi lamun ditentukan berdasarkan pada standar KepmenLH No. 200/2004 yakni kondisi Baik/Kaya/Sehat dengan penutupan ≥60%, kondisi Rusak/Kurang Kaya/Kurang Sehat dengan penutupan 30,0-59,9%, dan kondisi Rusak/Miskin dengan penutupan ≤29,9%.

Lamun memainkan peran vital dalam ekosistem pesisir, termasuk sebagai penyedia jasa ekosistem, habitat berbagai organisme laut, serta indikator kesehatan lingkungan perairan.

Banyaknya peranan lamun tidak diiringi dengan penambahan luasannya. Luas lamun secara global mengalami penurunan, terutama karena dampak aktivitas manusia.

Ekosistem padang lamun saat ini berada dalam bahaya. Setiap 30 menit padang lamun hilang seluas lapangan sepak bola. Diperkirakan 7 persen padang lamun hilang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Ekosistem LamunFakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan UNGSitty Ainsyah Habibieteluk tominiUNGWorld Seagrass Day
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Akademisi UI Soroti Istilah Bencana Alam, Risiko Diproduksi Secara Sosial

Next Post

Peneliti UNG Temukan 10 Spesies Lamun di Pantai Taula’a Gorontalo Teluk Tomini

Postingan Terkait

Variasi Baru Budidaya Udang Air Payau dan Menanam Padi di Lahan yang Sama di Delta Mekong

Variasi Baru Budidaya Udang Air Payau dan Menanam Padi di Lahan yang Sama di Delta Mekong

11 Oktober 2026
Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

11 Oktober 2026

Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Menjauh 5 km Dari Pusat Erupsi

Media ASEAN Menyoroti Ketimpangan Posisi Tawar dengan Big Tech

Forum Jurnalis ASEAN Bahas Hak Penerbit Pers dan Mekanisme Lisensi

Definisi Karya Jurnalistik Hal Penting Dalam Pembahasan Pelindungan Hak Cipta

Forum Jurnalis ASEAN: Nilai Karya Jurnalistik Harus Terlindungi

Akademisi UNG Bahas Rencana Zonasi Pulau-Pulau Kecil Gorontalo Utara

Next Post
Peneliti UNG Temukan 10 Spesies Lamun di Pantai Taula’a Gorontalo Teluk Tomini

Peneliti UNG Temukan 10 Spesies Lamun di Pantai Taula’a Gorontalo Teluk Tomini

TERBARU

Variasi Baru Budidaya Udang Air Payau dan Menanam Padi di Lahan yang Sama di Delta Mekong

Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Menjauh 5 km Dari Pusat Erupsi

Media ASEAN Menyoroti Ketimpangan Posisi Tawar dengan Big Tech

Forum Jurnalis ASEAN Bahas Hak Penerbit Pers dan Mekanisme Lisensi

Definisi Karya Jurnalistik Hal Penting Dalam Pembahasan Pelindungan Hak Cipta

AmsiNews

REKOMENDASI

Mengenal Protokol Nagoya

Ini Dampak Tidak Langsung Siklon Tropis di Indonesia

Badai Tropis Bret di Utara Suriname, Mengarah ke Karibia

Indonesia-Australia Komitmen Pemberantasan Illegal Fishing di Laut Timor dan Arafura

Memotret Sampah Plastik di Pantai Losari

Gempa Talaud M 7,1 Jenis Mekanisme Sesar Mendatar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.