”Temuan kami tutupan lamun di perairan Teluk Tomini Gorontalo termasuk pada kategori tutupan jarang-sedang dan berada pada kondisi rusak/ miskin hingga rusak/ kurang kaya/kurang sehat,” ujar Sitty Ainsyah Habibie penulis pertama, kepada Darilaut.id.
Kondisi lamun rata-rata penutupan dalam satu lokasi dimasukkan ke dalam kategori berdasarkan pada Rahmawati et al. (2014). Persentase tutupan lamun 0-25% berada dalam kategori Jarang, 26-50% kategori Sedang, 51-75% kategori Padat, dan 76-100% kategori Sangat Padat.
Selanjutnya, kondisi lamun ditentukan berdasarkan pada standar KepmenLH No. 200/2004 yakni kondisi Baik/Kaya/Sehat dengan penutupan ≥60%, kondisi Rusak/Kurang Kaya/Kurang Sehat dengan penutupan 30,0-59,9%, dan kondisi Rusak/Miskin dengan penutupan ≤29,9%.
Lamun memainkan peran vital dalam ekosistem pesisir, termasuk sebagai penyedia jasa ekosistem, habitat berbagai organisme laut, serta indikator kesehatan lingkungan perairan.
Banyaknya peranan lamun tidak diiringi dengan penambahan luasannya. Luas lamun secara global mengalami penurunan, terutama karena dampak aktivitas manusia.
Ekosistem padang lamun saat ini berada dalam bahaya. Setiap 30 menit padang lamun hilang seluas lapangan sepak bola. Diperkirakan 7 persen padang lamun hilang di seluruh dunia setiap tahunnya.




