Minggu, Mei 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kondisi Lamun di Perairan Gorontalo Teluk Tomini Rusak dan Kurang Sehat

redaksi
2 Maret 2026
Kategori : Berita
0
Kondisi Lamun di Perairan Gorontalo Teluk Tomini Rusak dan Kurang Sehat

Spesies lamun di lokasi penelitian di perairan Kota Gorontalo. FOTO: KOLEKSI SITTY AINSYAH HABIBIE

”Temuan kami tutupan lamun di perairan Teluk Tomini Gorontalo termasuk pada kategori tutupan jarang-sedang dan berada pada kondisi rusak/ miskin hingga rusak/ kurang kaya/kurang sehat,” ujar Sitty Ainsyah Habibie penulis pertama, kepada Darilaut.id.

Kondisi lamun rata-rata penutupan dalam satu lokasi dimasukkan ke dalam kategori berdasarkan pada Rahmawati et al. (2014). Persentase tutupan lamun 0-25% berada dalam kategori Jarang, 26-50% kategori Sedang, 51-75% kategori Padat, dan 76-100% kategori Sangat Padat.

Selanjutnya, kondisi lamun ditentukan berdasarkan pada standar KepmenLH No. 200/2004 yakni kondisi Baik/Kaya/Sehat dengan penutupan ≥60%, kondisi Rusak/Kurang Kaya/Kurang Sehat dengan penutupan 30,0-59,9%, dan kondisi Rusak/Miskin dengan penutupan ≤29,9%.

Lamun memainkan peran vital dalam ekosistem pesisir, termasuk sebagai penyedia jasa ekosistem, habitat berbagai organisme laut, serta indikator kesehatan lingkungan perairan.

Banyaknya peranan lamun tidak diiringi dengan penambahan luasannya. Luas lamun secara global mengalami penurunan, terutama karena dampak aktivitas manusia.

Ekosistem padang lamun saat ini berada dalam bahaya. Setiap 30 menit padang lamun hilang seluas lapangan sepak bola. Diperkirakan 7 persen padang lamun hilang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Ekosistem LamunFakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan UNGSitty Ainsyah Habibieteluk tominiUNGWorld Seagrass Day
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Akademisi UI Soroti Istilah Bencana Alam, Risiko Diproduksi Secara Sosial

Next Post

Peneliti UNG Temukan 10 Spesies Lamun di Pantai Taula’a Gorontalo Teluk Tomini

Postingan Terkait

Organisasi Konstituen Dewan Pers di Gorontalo Gelar Temu Jurnalis

Organisasi Konstituen Dewan Pers di Gorontalo Gelar Temu Jurnalis

17 Mei 2026
49 Mahasiswa Profesi Ners UNG Berikan Layanan Kesehatan

Fakultas Kedokteran UNG Edukasi Pencegahan Diabetes di Bone Bolango

16 Mei 2026

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Nanoplastik yang Berpotensi Masuk Dalam Darah Manusia

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Potensi Hujan di Masa Peralihan ke Musim Kemarau

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Next Post
Peneliti UNG Temukan 10 Spesies Lamun di Pantai Taula’a Gorontalo Teluk Tomini

Peneliti UNG Temukan 10 Spesies Lamun di Pantai Taula’a Gorontalo Teluk Tomini

TERBARU

Organisasi Konstituen Dewan Pers di Gorontalo Gelar Temu Jurnalis

Fakultas Kedokteran UNG Edukasi Pencegahan Diabetes di Bone Bolango

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Nanoplastik yang Berpotensi Masuk Dalam Darah Manusia

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

AmsiNews

REKOMENDASI

Satu orang Tewas Karena Banjir di Humbang Hasundutan, Longsor di Magelang

Cacar Monyet Darurat Global

Gerhana Bulan Penumbra Malam Ini Baru Bisa Disaksikan Tahun 2041

Banjir Rob dan Abrasi Melanda Sejumlah Wilayah di Indonesia

LIPI Bahas Kerja Sama Energi Terbarukan dan Maritim dengan Belanda

Masyarakat Maritim Diimbau Hati-hati pada Sindikat Penipu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.