Tidak hanya Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin juga diprediksi masih aktif di sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Lebih jauh lagi, sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudra Pasifik utara Papua diprakirakan semakin menguat dan menarik massa udara dari wilayah Indonesia bagian barat ke timur. Kondisi tersebut memicu pembentukan daerah belokan dan perlambatan angin.
Dengan suhu muka laut yang masih cukup hangat, potensi pembentukan awan hujan diprediksi meningkat di sebagian wilayah. Oleh karena itu, meskipun pola cuaca kering diprakirakan lebih dominan, hujan dengan intensitas bervariasi masih berpeluang terjadi secara lokal di sejumlah wilayah Indonesia.
Hari Tanpa Hujan Bervariasi
Hasil analisis kondisi iklim terkini BMKG menunjukkan bahwa sebagian wilayah Indonesia mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) bervariasi, dari kategori sangat pendek hingga ekstrem panjang. HTH dengan kategori sangat panjang (31 – 60 hari) terdapat di 331 titik pengamatan yang didominasi di sebagian besar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, serta di sebagian kecil wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Utara.
Sementara itu, HTH dengan kategori ekstrem panjang (>60 hari) terdapat di 6 titik pengamatan, dengan rincian 1 titik di Jawa Tengah, 2 titik di DI Yogyakarta, dan 3 titik di Jawa Timur.




