“Efisiensi ini bukan hanya dirasakan oleh media daerah, tetapi juga media nasional. Oleh karena itu, AMSI sebagai asosiasi perusahaan media harus bahu membahu mencari solusi bersama,” kata Fakhrurrodzi.
Ia mengingatkan seluruh anggota AMSI, termasuk pengurus baru AMSI Kepri, agar mampu membangun kerja sama dan kolaborasi yang sehat untuk menghadapi persoalan bisnis media, tanpa meninggalkan kaidah dan etika jurnalistik.
“Kita harus bersama-sama mencari cara yang tepat, sesuai dengan kode etik dan prinsip pers yang professional.”
Lebih lanjut, Fakhrurrodzi berharap Ketua AMSI Kepri terpilih dapat merancang program-program strategis yang saling mendukung, khususnya dalam memperkuat keberlanjutan bisnis media siber di daerah. Ia juga mendorong adanya peran aktif AMSI dalam mengajak pemerintah daerah untuk menyusun regulasi, termasuk Peraturan Daerah (Perda) terkait bisnis media yang sejalan dengan kode etik jurnalistik.
Sementara itu, Ketua AMSI Kepri terpilih periode 2025-2028, Jailani, menegaskan komitmennya untuk memperkuat jurnalisme siber yang bertanggung jawab, berintegritas, dan dapat dipercaya oleh publik.
“Kami akan fokus memperkuat sumber daya jurnalis media siber di Kepri, agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan berimbang.”




