Selasa, Juni 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Konsentrasi Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

redaksi
16 November 2023
Kategori : Berita, Iklim
0
Konsentrasi Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Ilustrasi gas rumah kaca (Greenhouse Gas). GAMBAR: WMO

Menurut Prof. Taalas, tingkat konsentrasi gas rumah kaca saat ini menempatkan kita pada jalur peningkatan suhu jauh di atas target Perjanjian Paris pada akhir abad ini.

“Hal ini akan disertai dengan cuaca yang lebih ekstrem, termasuk panas dan curah hujan yang tinggi, pencairan es, kenaikan permukaan laut, serta panas dan pengasaman laut,” kata Prof. Taalas.

“Kerugian sosial ekonomi dan lingkungan akan melonjak. Kita harus mengurangi konsumsi bahan bakar fosil sebagai hal yang mendesak.”

Hampir separuh emisi CO2 masih tersisa di atmosfer. Lebih dari seperempatnya diserap oleh lautan dan kurang dari 30% diserap oleh ekosistem darat seperti hutan – meskipun terdapat variabilitas yang cukup besar dari tahun ke tahun.

Selama emisi terus berlanjut, CO2 akan terus terakumulasi di atmosfer dan menyebabkan kenaikan suhu global.

Mengingat umur CO2 yang panjang, tingkat suhu yang telah diamati akan bertahan selama beberapa dekade bahkan jika emisi dikurangi dengan cepat hingga mencapai nol bersih.

Terakhir kali Bumi mengalami konsentrasi CO2 yang sebanding adalah 3-5 juta tahun yang lalu, ketika suhu 2-3°C lebih hangat dan permukaan laut 10-20 meter lebih tinggi dari sekarang.

Tidak ada tongkat ajaib untuk menghilangkan kelebihan karbon dioksida dari atmosfer,” kata Prof. Taalas.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacaKarbon DioksidaProf Petteri TaalasWorld Meteorological Organization
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Gempa Magnitudo 6,2 di Laut Sulawesi

Next Post

Tanda Cuaca Ekstrem Melalui Pertumbuhan Awan

Postingan Terkait

Dosen UNG Prof. Novianty Djafri: Pemimpin di Bidang Pendidikan Harus Menjadi Inspirator

Dosen UNG Prof. Novianty Djafri: Pemimpin di Bidang Pendidikan Harus Menjadi Inspirator

16 Juni 2026
La Nina, Monsun Asia dan Fenomena MJO Berpotensi Meningkatkan Curah Hujan di Indonesia

Pertengahan Juni Kemarau Menguat di Selatan, Hujan di Utara Indonesia

16 Juni 2026

Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sebagian Wilayah Indonesia

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

Gempa M6,2 Guncang Talaud

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

Next Post
Masa Pancaroba, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Tanda Cuaca Ekstrem Melalui Pertumbuhan Awan

TERBARU

Dosen UNG Prof. Novianty Djafri: Pemimpin di Bidang Pendidikan Harus Menjadi Inspirator

Pertengahan Juni Kemarau Menguat di Selatan, Hujan di Utara Indonesia

Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sebagian Wilayah Indonesia

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

Gempa M6,2 Guncang Talaud

AmsiNews

REKOMENDASI

Spesiasi Ikan Karang Karena Variasi Frekuensi Kawin

Taring Babirusa Jantan yang Menjadi “Tanduk”

Bibit Siklon Tropis 92S Terletak di Selatan Bali

Nelayan yang Hilang di Kebumen Ditemukan Meninggal

Malakas Tumbuh Jadi Typhoon, Sistem yang Berbahaya

Gelombang Laut di Anyer Bukan Tsunami

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.