Darilaut – Korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang menerjang Pulau Siau Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, sebanyak 16 orang.
Selain korban meninggal, hingga Selasa (6/1) pukul 14.00 WIB, tiga orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Ratusan warga terdampak harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Peristiwa banjir bandang yang menerjang Pulau Siau, terjadi pada Senin (5/1) dini hari. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bencana yang terjadi pada Senin pukul 02.30 Wita berada di empat kecamatan meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Banjir bandang dengan di dua kelurahan dan enam desa tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut yang menyebabkan aliran air sungai meluap secara tiba-tiba.
Data sementara, lima korban meninggal dunia telah diidentifikasi, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses.
Selain itu, 22 orang mengalami luka dan dirujuk ke puskesmas setempat, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa, dan angka tersebut masih terus diperbarui.
Dari sisi kerusakan, banjir bandang mengakibatkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan.




