Langkah ini pula sejalan dengan konsep RPJMD Kota Gorontalo. Dari 422 indikator dalam RPJMD, terdapat 167 indikator di antaranya yang beririsan dengan peta jalan ekonomi hijau.
“Mudah-mudahan di sisa waktu pelaksanaan RPJMD kita, hal-hal yang belum terealisasi terkait pembangunan berkelanjutan bisa kita maksimalkan agar indikatornya bisa tercapai,” kata Meydi.
Menurut Meydi ekonomi hijau dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat untuk melakukan pembatasan sumber daya alam. Pemerintah di daerah harus banyak berinovasi untuk melakukan perubahan, misal daur ulang sampah dan kita bisa belajar dari negara-negara maju yang sukses dengan pola daur ulang sampah menjadi berpenghasilan.
Dalam ajang SDGs Indonesia, dari 457 daerah, Kota Gorontalo masuk 10 besar yang menerima penghargaan dan sukses untuk program berkelanjutan di daerah.
Indonesia’s SDGs Conference merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan pemerintah pusat. Setiap tahun penyelenggaraan event tersebut, Kota Gorontalo selalu masuk nominasi penerima penghargaan bergengsi tersebut.
Tahun ini Indonesia SDGs Annual Conference dengan tema “Mendorong Aksi Nyata Transformasi Ekonomi Hijau untuk Mencapai SDGs“. Kegiatan ini berlangsung di Jakarta, pada Kamis (1/12).
Wali Kota Gorontalo Marten Taha, mengatakan, penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Gorontalo pada ajang Indonesia’s SDGs Conference, harus dijadikan motivasi dalam berinovasi.





Komentar tentang post