Dalam mengendalikan inflasi Pemerintah Kota Gorontalo menerapkan empat langkah. Pertama, menjaga keterjangkauan harga. Langkah ini, kata Deddy, dilaksanan dengan cara menggelar pasar murah, pangan murah non subsidi, dan operasi pasar.
“Setiap hari, OPD terkait juga ada pelaporan pemantauan harga bahan pokok. Itu kita evaluasi. Bahan pokok mana yang mahal, itu yang kita subsidi,” ujarnya.
Langkah ke-2, menjaga ketersediaan pasokan, karena hal ini menentukan harga bahan pokok.
“Kalau di Kota Gorontalo, bahan pokok yang paling rawan cabe, sehingga kami menggagas program penanaman bibit cabe dengan memanfaatkan lahan yang ada, bahkan pekarangan,” kata Deddy.
“Kita menanam rica secara masal, kurang lebih ada 3.000 bibit pohon. Kita kerjasama dengan kelompok masyarakat dan sentra industri, seperti Sulut. Kita berupaya bahan pokok terus tersedia.”
Berikutnya, langkah ke-3, kelancaran distribusi. Menurut Deddy, meski persediaan banyak kalau distribusi lambat pasti akan terjadi kelangkaan barang.
“Distribusi ini kita awasi secara rutin, biar lancar,” kata Deddy.
Langkah ke-4, mengefektifkan komunikasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Badan Urusan Logistik (Bulog), BPS, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan inflasi.




