Dalam latihan bersama Regional Marpolex 2019, Indonesia akan mengirimkan 3 (tiga) unit kapal patroli yang berfungsi sebagai Marine Disaster Prevention Ship. Masing-masing Kapal Negara (KN) Sarotama P112 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban, KN Gandiwa-P118 dari Pangkalan PLP Kelas II Bitung dan KN Kalawai- P117 dari Pangkalan PLP Kelas II Tual.
KNP Sarotama berperan dalam operasi penanggulangan tumpahan minyak. KNP Gandiwa dalam operasi penanggulangan tumpahan minyak dan operasi Pencarian dan Pertolongan yang dibantu BASARNAS sebagai SAR Controller. KNP Kalawai berperan dalam operasi Pemadaman Kebakaran.
Kepala Subdit Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air, Direktorat KPLP Een Nuraini Saidah mengatakan, latihan bersama MARPOLEX 2019 ini akan dibuka secara resmi oleh Commander Coast Guard ketiga negara, yakni Indonesia, Filipina dan Jepang pada 2 Juli.
“Pada tanggal 2 Juli 2019, Direktur Jenderal Perhubungan Laut selaku Commander Indonesian Coast Guard bersama dengan Commander Phillipine Coast Guard dan Commander Japan Coast Guard akan membuka acara,” ujarnya.
MARPOLEX merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali antara Indonesia dan Filipina dengan menggandeng Jepang sebagai observer. Latihan tahun akan menguji kemampuan Filipina, Indonesia, dan Jepang dalam bekerjasama menanggulangi terjadinya musibah tumpahan minyak.





Komentar tentang post