Darilaut – Untuk mengurangi emisi, Filipina memulai pelayaran perdana kapal kargo Kamsarmax bertenaga metanol pertama ke Asia Timur.
Kontribusi Filipina terhadap industri pembuatan kapal global semakin meningkat. Kapal berbahan bakar ganda berbobot 81.200 metrik ton ini dibangun oleh Tsuneishi Heavy Industries di West Cebu Estate seluas 540 hektar di Balamban, Cebu, diberi nama M/V Brave Pioneer oleh Presiden.
Tsuneishi Heavy Industries (Cebu) merupakan salah satu perusahaan yang berlokasi di kawasan tersebut, yang dikelola oleh Aboitiz Economic Estate.
Melansir Kantor Berita Filipina, PNA, Aboitiz Economic Estate mengatakan bahwa kapal tersebut telah menjalani inspeksi komprehensif untuk memastikan kepatuhan terhadap standar maritim internasional.
Dibandingkan dengan kapal konvensional, M/V Brave Pioneer dirancang untuk mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 10 persen, nitrogen oksida hingga 80 persen, dan sulfur oksida hingga 99 persen.
Menurut Aboitiz Economic Estate tonggak sejarah ini sejalan dengan fokus pemerintah untuk memperkuat manufaktur berbasis inovasi dan memajukan kemampuan industri negara.
Dengan memungkinkan produksi bernilai tinggi, Filipina terus memposisikan dirinya sebagai pusat yang kompetitif untuk manufaktur terintegrasi global dan industri berorientasi ekspor.




