Setiap tahun tertangkap sekitar 20-30 ekor dari berbagai jenis paus, kata Anugerah Nontji.
Lodan atau koteklema merupakan odontoceti, yang terbesar, yang dapat dijumpai di Laut Flores, Sawu, Banda dan barat Sumatra.
Anugerah Nontji mengatakan dengan ditemukannya jantan-jantan dewasa dan individu (anak-anak) yang masih muda, diduga perairan Laut Sawu sekitar Lamalera merupakan salah satu tempat memijah dan tempat asuhan (nursery ground) jenis ini.
Lodan jantan yang dewasa dapat mencapai ukuran 18 meter sedangkan yang betina separuhnya. Tubuhnya yang besar, banyak mengandung lemak (blubber). Makanannya terutama cumi-cumi yang hidup di lapisan laut dalam.

Hampir semua bagian lodan dapat dimanfaatkan masyarakat. Dagingnya dimakan, lemaknya yang tebal dipanaskan dan disadap minyaknya.
Spermaceti adalah bagian berminyak yang terdapat banyak di bagian kepalanya. Spermaceti selain digunakan untuk lampu juga dapat dijadikan bahan pembuatan kosmetik.
Ambergis kadang-kadang terdapat dalam tubuh lodan yang terbentuk dari sisa-sisa benda padat yang berpadu dengan acuan terdiri dari bahan -bahan yang tak tercernakan. Ambergis harganya mahal, dapat digunakan untuk membuat bau wangi-wangian (parfum) dan bertahan lama.
Menurut NOAA Fisheries paus sperma adalah paus bergigi terbesar dan memiliki salah satu distribusi global terluas dari semua spesies mamalia laut. Spesies ini ditemukan di semua samudra dalam, dari khatulistiwa hingga tepi lapisan es di Arktik dan Antartika.




