Untuk keragaman ikan di berbagai situs penyelaman berkisar antara 83 hingga 304 spp, dengan rata-rata 212 spesies.
Hasil survei ini menemukan 6 situs teratas dalam hal keragaman, seperti di Pulau Kayoa (304 spesies), Tanjung Tawali (278 spesies), Kepulauan Widi (278 spesies). Kemudian di Tanjung Rotan (272 spesies), Pulau Sidanga (267 spesies) dan Tanjung Akehuda (260 spesies). Persentase spesies ini termasuk yang tertinggi di Dunia.
Untuk Chaetodontidae terdapat 41 spp, Pomacanthidae 20 spp, Pomacentridae 108 spp, Labridae 100 spp, Scaridae 27 spp dan Acanthuridae 37 spp.
Hasil penelitian juga mencatat data keanekaragaman hayati dari Taxa lain, seperti Udang Mantis. Tercatat sebanyak 39 spesies udang mantis dan paling sedikit ada 5 jenis endemik Halmahera.
Menurut Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan yang juga Wakil Direktur II program pascasarjana Universitas Khairun, Dr Abdurrachman Baksir, hasil survei yang telah dilakukan peneliti kelautan di atas, masih di sekitar Pulau Halmahera. Belum termasuk ratusan pulau-pulau di Maluku Utara lainnya.
“Masih banyak yang belum terungkap dan membutuhkan penelitian lebih lanjut di Maluku Utara yang memiliki 805 pulau,” kata Baksir.*





Komentar tentang post