Anton terkejut. Ofu nama lokal lebah ini mirip dengan foto yang diperlihatkan Sukardi, staf teknis di resort Tayawi.
Dengan menggunakan kamera pada telepon genggam, Anton berhasil mengabadikan momen tersebut.
Rekaman Anton merupakan dokumentasi kedua, setelah penemuan kembali lebah raksasa di Maluku Utara.
Spesies ini adalah lebah terbesar di Bumi. Betina bisa mencapai panjang 3,8 cm, dengan lebar sayap 2,5 6,35 cm, jantan panjang 2,3 cm.
Lebah betina memiliki rahang bawah yang besar seperti kumbang rusa.
Spesies ini pertama kali ditemukan dan diidentifikasi oleh Wallace, salah satu penemu teori evolusi melalui seleksi alam.

Menurut Sci-news.com, selama berada di Pulau Bacan, Maluku Utara, Wallace mengamati dan mengumpulkan seekor lebah betina raksasa.
Wallace menggambarkan lebah ini sebagai serangga besar seperti tawon hitam, dengan rahang yang sangat besar seperti kumbang rusa.
Spesimen ini dideskripsikan secara ilmiah setahun kemudian oleh ahli entomologi Inggris Frederick Smith sebagai spesies baru lebah liar.
Lebah raksasa Wallace sempat dikabarkan telah punah pada 1981 oleh peneliti Amerika Adam Catton Messer.
Lebah raksasa ini spesies endemik yang hanya ditemukan di tiga pulau di Maluku Utara: Bacan, Halmahera dan Tidore.
Penemuan kembali lebah dan sarang lebah raksasa Wallace di kawasan Resort Tayawi, Kota Tidore Kepulauan, bertepatan dengan momentum hari jadi Taman Nasional Aketajawe Lolobata ke 16, pada 19 Oktober.





Komentar tentang post