Rabu, Mei 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Cek Fakta

Keliru, Tidak Ada Laporan Kematian Masif Akibat Vaksin

redaksi
10 Juni 2024
Kategori : Cek Fakta, Kesehatan
0
Keliru, Tidak Ada Istilah Medis Detoksifikasi Vaksin COVID-19

Ilustrasi. GAMBAR: Kementerian Kesehatan

Darilaut – Klaim menyesatkan yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa penerima vaksin COVID-19 mRNA akan meninggal dalam 3 atau 5 tahun.

Narasi mengenai prediksi kematian akibat vaksin mRNA ini keliru atau tidak benar.

Menurut Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Med.Ed., PhD., menjelaskan bahwa setelah pemberian vaksin COVID-19 dilakukan Post-Marketing Surveillance (PMS), dilihat keadaan orang yang menerima vaksin.

Apabila dihitung sekarang, kata Prof. Hinky, sudah lebih dari 3 tahun vaksin itu diberikan.

“Kalau ada kematian secara masif (akibat vaksin) pasti sudah ada datanya di Post-Marketing Surveillance,” ujarnya.

”Sampai saat ini, belum ada laporan di jurnal atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang kematian masif setelah 3 tahun karena vaksin mRNA, tidak ada satupun laporannya. Di Indonesia, juga tidak ada laporan seperti itu.”

Pada 2022, sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim bahwa vaksin COVID-19 mRNA dapat menyebabkan kematian pada lansia di atas 70 tahun dalam 2 hingga 3 tahun setelah vaksinasi. Pernyataan dalam video tersebut adalah tidak benar.

Hingga kini, belum ada hasil penelitian yang dapat membuktikan kematian pasca-vaksinasi disebabkan oleh vaksin secara langsung. Kasus kematian pasca-vaksinasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, hormon, dan penyakit bawaan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Covid-19Kementerian KesehatanKomnas PP KIPIProf. Hinky Hindra Irawan SatariVaksinasi Covid-19
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Keliru, Tidak Ada Bukti Vaksinasi Ulang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Next Post

Penanggulangan Stunting di Kabupaten Pohuwato

Postingan Terkait

9 Negara Memiliki Kebijakan Mengurangi Asupan Natrium

Penderita Gondok di Gorontalo Kebanyakan Tinggal di Wilayah Non Pesisir

27 Maret 2026
WHO Menyerukan Tindakan Mendesak Mengakhiri Tuberkulosis

WHO Menyerukan Tindakan Mendesak Mengakhiri Tuberkulosis

25 Maret 2026

Lebih Dari 3300 Orang Meninggal Karena Tuberkulosis Setiap Hari

WHO Merekomendasikan Alat Diagnostik Baru Mengakhiri Tuberkulosis

6.949 Kasus Tuberkulosis di Gorontalo, Tempati Peringkat 15 Nasional

Iklim: Demam Berdarah Penyakit Dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Gejala Orang Terinfeksi Virus Nipah

Next Post
Penanggulangan Stunting di Kabupaten Pohuwato

Penanggulangan Stunting di Kabupaten Pohuwato

TERBARU

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

Krisis Iklim: Titik Kritis yang Berpotensi Menimbulkan Bencana

AmsiNews

REKOMENDASI

Tingkatkan Jurnal Ilmiah di Indonesia LIPI Buat Aplikasi ISSN 2.0

Foto: Sampah di Kota Palu

Memastikan Lautan yang Sehat

Siklon 09S Terletak di Selatan Jawa Tengah

Bayi Orca Inobonto

Kapal Buronan Pemerintah Kamboja Ditangkap TNI Angkatan Laut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.