Minggu, Februari 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Cek Fakta

Keliru, Tidak Ada Laporan Kematian Masif Akibat Vaksin

redaksi
10 Juni 2024
Kategori : Cek Fakta, Kesehatan
0
Keliru, Tidak Ada Istilah Medis Detoksifikasi Vaksin COVID-19

Ilustrasi. GAMBAR: Kementerian Kesehatan

Darilaut – Klaim menyesatkan yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa penerima vaksin COVID-19 mRNA akan meninggal dalam 3 atau 5 tahun.

Narasi mengenai prediksi kematian akibat vaksin mRNA ini keliru atau tidak benar.

Menurut Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Med.Ed., PhD., menjelaskan bahwa setelah pemberian vaksin COVID-19 dilakukan Post-Marketing Surveillance (PMS), dilihat keadaan orang yang menerima vaksin.

Apabila dihitung sekarang, kata Prof. Hinky, sudah lebih dari 3 tahun vaksin itu diberikan.

“Kalau ada kematian secara masif (akibat vaksin) pasti sudah ada datanya di Post-Marketing Surveillance,” ujarnya.

”Sampai saat ini, belum ada laporan di jurnal atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang kematian masif setelah 3 tahun karena vaksin mRNA, tidak ada satupun laporannya. Di Indonesia, juga tidak ada laporan seperti itu.”

Pada 2022, sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim bahwa vaksin COVID-19 mRNA dapat menyebabkan kematian pada lansia di atas 70 tahun dalam 2 hingga 3 tahun setelah vaksinasi. Pernyataan dalam video tersebut adalah tidak benar.

Hingga kini, belum ada hasil penelitian yang dapat membuktikan kematian pasca-vaksinasi disebabkan oleh vaksin secara langsung. Kasus kematian pasca-vaksinasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, hormon, dan penyakit bawaan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Covid-19Kementerian KesehatanKomnas PP KIPIProf. Hinky Hindra Irawan SatariVaksinasi Covid-19
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Keliru, Tidak Ada Bukti Vaksinasi Ulang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Next Post

Penanggulangan Stunting di Kabupaten Pohuwato

Postingan Terkait

Belum Ada Obat Atau Vaksin Virus Nipah

Belum Ada Obat Atau Vaksin Virus Nipah

31 Januari 2026
Penyakit Zoonotik Virus Nipah Berpotensi Menjadi Wabah

Penyakit Zoonotik Virus Nipah Berpotensi Menjadi Wabah

31 Januari 2026

WHO Mendesak Sekolah di Seluruh Dunia Memastikan Pola Makan Sehat Bagi Anak-anak

Peneliti Farmasi UNG Kembangkan Terapi Luka Bakar Bahan Tanaman Nanas dan Kombinasi Biota Laut

Penarikan AS dari WHO Berisiko Bagi Keselamatan Global

Relawan Kesehatan Lewati Jalan Berlumpur dan Sungai Meluap di Aceh Tamiang

Peneliti UNG Ingatkan Penyakit Tuberkulosis Dapat Menyerang Siapa Saja, Termasuk Anak-anak

Resveratrol, Senyawa Alami Tanaman yang Berpotensi Jadi Terapi Baru Penyakit Jantung

Next Post
Penanggulangan Stunting di Kabupaten Pohuwato

Penanggulangan Stunting di Kabupaten Pohuwato

TERBARU

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Dapat Terjadi di Gorontalo dan Wilayah Lainnya

Siklon Tropis Fytia Berada di Pantai Timur Madagaskar, Samudra Hindia

Mahasiswa UNG Buka dan Kembangkan Usaha Rintisan Caveins Coffee

Akademisi UNG Boby Rantow Payu Raih Gelar Doktor

Siklon Tropis Fytia Sedang Melintasi Daratan Madagaskar

Bibit Siklon Tropis 98P Melemah di Wilayah Utara Australia

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Dikeledi Mendarat di Utara Madagaskar

BMKG Kembangkan Sistem Peringatan Dini Tsunami, Salah Satunya di Kota Ambon

Banjir Afrika Selatan, Meninggal 341 Orang, 40 Ribu Terdampak

2018, Nilai Produksi Perikanan Tangkap Capai Rp 210,7 Triliun

Penangkapan Tidak Berkelanjutan, 10 Tahun Lagi Ikan Nike Menghilang di Perairan Gorontalo

400 Delegasi Menghadiri Pleno ke-62 IPCC di Cina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.