Darilaut – Lebih dari 2,4 miliar pekerja terpapar panas berlebih di seluruh dunia, yang mengakibatkan lebih dari 22,85 juta kecelakaan kerja setiap tahun.
Laporan dan panduan teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) melengkapi temuan laporan terbaru Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).
Untuk melindungi pekerja dari peningkatan stres akibat panas, WHO dan WMO telah menerbitkan laporan dan panduan bersama.
“Laporan ini merupakan tonggak penting dalam respons kolektif kita terhadap ancaman panas ekstrem yang semakin meningkat di dunia kerja,” kata Joaquim Pintado Nunes, Kepala Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Kerja ILO.
Untuk mengatasi tantangan ini, laporan tersebut menyerukan penerapan rencana aksi panas di tempat kerja, yang dirancang khusus untuk industri dan wilayah tertentu, dan dikembangkan melalui kerja sama dengan pengusaha, pekerja, serikat pekerja, dan pakar kesehatan masyarakat.
Nunes mengatakan sejalan dengan mandat ILO untuk mempromosikan lingkungan kerja yang aman dan sehat sebagai hak asasi, panduan yang kuat dan berbasis bukti untuk membantu pemerintah, pemberi kerja, dan pekerja menghadapi risiko perubahan iklim yang semakin meningkat.
”Bersama WHO dan WMO, kami menyerukan tindakan terkoordinasi yang mendesak untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan martabat lebih dari 2,4 miliar pekerja yang terpapar panas berlebih di seluruh dunia,” ujar Nunes seperti dikutip dari siaran pers WMO.




