Darilaut – Lebih dari 4 juta orang terdampak topan (typhoon) Kalmaegi yang mendarat dan melintasi Filipina dan Vietnam, pekan ini. Kerugian mencapai ratusan juta US dolar.
Korban meninggal dunia akibat topan Kalmaegi di Filipina bertambah menjadi 204 orang, sedangkan di Vietnam menewaskan 5 orang.
Topan Kalmaegi dengan nama Filipina ”Tino” mendarat pertama kali di Silago, Leyte Selatan, pada Selasa (4/11) dan menghantam sejumlah wilayah di Filipina. Kalmaegi melintasi perairan pantai San Francisco, Cebu, dan Kepulauan Camotes, wilayah Visayas Barat dan Pulau Negros.
Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana (NDRRMC) pada Sabtu (8/11) melaporkan jumlah korban jiwa yang akibat topan Kalmaegi sebanyak 204 orang.
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) dari jumlah tersebut, 141 diantaranya tercatat di Cebu; masing-masing satu di Antique, Iloilo, Guimaras, Bohol, dan Leyte; dua di Leyte Selatan; tiga di Capiz; enam di Agusan del Sur; 27 di Negros Barat; dan 20 di Negros Oriental.
Kalmaegi juga menyebabkan 156 orang terluka di Cebu, Leyte, Negros Occidental, Surigao del Norte, dan Surigao del Sur; dan 109 masih hilang.
Cebu dan Negros Occidental yang paling parah terkena dampak. Di wilayah ini mengalami banjir ekstrem yang dipicu oleh hujan deras ketika topan tersebut melewati kepulauan tersebut.




