Meski sebagian besar bantuan yang dikirimkan adalah permakanan, namun pemerintah melalui Pos Pendamping Nasional yang terletak di Lanud Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh ini juga mengirimkan dukungan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebanyak 20 drum atau seberat 4 ton ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Sedangkan untuk jumlah logistik yang telah didistribusikan di Sumut berjumlah 7,1 ton yang dikirimkan dengan 14 sorti pengiriman. Adapaun jenis barang yang paling banyak dikirimkan berupa permakanan.
Pengiriman logisitik juga dilakukan di Sumbar. Hingga Selasa jumlah logistik yang telah didistribusikan berjumlah 44 ton dengan rincian 27,7 ton menggunakan jalur darat, 2,9 ton jalur udara, dan 13,4 ton melalui laut.
Pengiriman dengan jalur darat yang jumlahnya sangat signifikan ini terus dioptimalisasi seiring dengan akses jalur yang sudah dapat dilalui di sejumlah daerah.
Hal ini dikarenakan jumlah tonase dan dimensi yang diangkut menggunakan truk melalui jalur darat dapat lebih besar dan bervariasi sehingga diharapkan dapat memaksimalkan pengiriman bantuan ke wilayah terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat penyintas.
Untuk jalur udara juga akan dioptimalkan menyentuh lokasi-lokasi yang terdapat masyarakat yang terpisah atau aksesnya terbatas. Ini menjadi komitmen kuat tim gabungan dari TNI, Polri, maupun pemerintah daerah guna memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.




