Hal ini berarti bahwa pengurangan emisi metana saat ini dapat memberikan manfaat iklim dalam hitungan beberapa dekade.
“Di saat dunia sedang mencari cara praktis untuk memperlambat pemanasan global dengan cepat, penanganan limbah makanan bisa menjadi salah satu solusi iklim yang paling cepat diterapkan dan hemat biaya,” kata Martin Krause, seorang pejabat UNEP.
“Kita harus bergerak lebih cepat.”
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau Food and Agricultural Organization of the United Nations (FAO) memperingatkan meskipun ada komitmen internasional, belum ada kemajuan nyata dalam mengurangi kehilangan pangan sejak tahun 2015.
Menurut FAO, dunia pun masih jauh dari pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk memangkas separuh limbah makanan per kapita global pada tahun 2030.



