Nara sumber kedua, pada sesi siang dalam workshop ini Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Gorontalo, Verrianto Madjowa.
Dalam materinya, Verri menjelaskan tentang bagaimana teknik penulisan berita yang menarik, menentukan topik dan judul berita yang menarik, serta cara membedakan media pers dan bukan pers.
”Bagaimana cara membuat lead berita, teknik penulisan naskah berita, hingga bagaimana cara mengelola media,” ujarnya.
Menurut Verri, dasar-dasar pembuatan berita, membuat siaran pers, mengatur konferensi pers, dan lain sebagainya penting dikuasai staf kehumasan dalam suatu lembaga.
”Humas perlu pengetahuan tentang produk-produk jurnalistik karena citra suatu lembaga bertumpu pada humas,” kata Verri.
Verri mengatakan lembaga perlu memiliki humas yang berkualitas, karena humas berfungsi sebagai jembatan informasi bagi publik.
Hal ini selaras dengan penyampaian Fatra DJP Dano Putri dari LLDIKTI Wilayah XVI yang bertindaķ sebagai moderator pada workshop tersebut.
Fatra mengatakan fungsi media pers sebagai penghubung antara lembaga dengan publik. “Ketika lembaga terpapar suatu isu, maka media dan humas dapat beperan sebagai penjaga keharmonisan antara lembaga dengan khalayak,” ujarnya.
Selain memaparkan materi, Verri juga memberikan chalange untuk para pegawai dan humas perguruan tinggi swasta yang hadir untuk menulis berita. Mereka diberikan waktu selama 30 menit dalam menulis berita, kemudian hasil yang dikirimkan dikoreksi bersama-sama dalam forum saat itu juga. (Firgitha Desya Padja dan Dewi Agustina Musa)




