“Jadi aplikasi ini juga bisa digunakan meskipun nelayan tidak melaut,” ujar Rafly.
Kelebihan alat ini, kata Rafly, bisa membantu nelayan untuk membuat tangkapan banyak, sehingga meningkatkan perekonomian keluarga. Kemudian, juga dapat sebagai alat keselamatan karena dapat memantau pergerakan perahu.
Dengan teknologi yang sederhana, mereka berharap alat ini terjangkau dan ekonomis bagi para nelayan di daerahnya.
Berkat inovasi yang dinilai sangat bermanfaat bagi nelayan di pesisir Selat Madura, SMAF-DT ini menjuarai dan memperoleh penghargaan dalam kompetisi Bara Muda Essay Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Trunojoyo Madura.
Aplikasi ini, kata Rafly, diharapkan bisa segera direalisasikan dan diproduksi masal, sehingga bisa digunakan oleh semua nelayan di Indonesia.
“Jadi bukan hanya nelayan Kabupaten Bangkalan yang ada di pesisir Selat Madura, tapi semua nelayan yang ada di Indonesia,” katanya.





Komentar tentang post