“Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk berkontribusi di tengah masyarakat dengan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Hafidz.
”KKN profesi kesehatan juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat dalam menjalankan berbagai program kesehatan.”
Keberhasilan KKN profesi kesehatan tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun komunikasi, memahami kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan kesehatan di lapangan.
Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu belajar memahami kondisi riil pelayanan kesehatan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan kerja sama lintas profesi, kata Hafidz.
Hafidz mendorong mahasiswa untuk menjadikan masa pengabdian sebagai ruang belajar yang berharga.
Menurut Hafidz, KKN Profesi Kesehatan menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan kompetensi profesional yang dibutuhkan dalam dunia kesehatan.



