Menurut Zuhdi, desain kapal memperhatikan 2 faktor utama yaitu performa dan fungsionalitas. Kokpit kapal memiliki bentuk yang aerodinamis dengan tetap dapat mengakomodasi semua kebutuhan sistem kapal.
Lambung kapal katamaran memiliki stabilitas yang lebih bagus dengan luas bidang basah yang relatif lebih kecil. Selain itu, tambahan daya dari panel surya untuk sistem propulsi elektrik, menjadikanya lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
“Kami harapkan desain ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan dimanfaatkan di bidang maritim maupun oleh nelayan-nelayan Indonesia,” kata Zuhdi, seperti dikutip dari Ui.ac.id.
Salah satu juri kompetisi, Louis Le Goff, mengatakan, tim Hydros UI memiliki semangat dan motivasi yang luar biasa dalam menghadapi lomba ini. Para juri terkesan melihat komitmen dari Tim Hydros UI dalam selama setahun.
Menurut Louis Le Goff, tim menciptakan suatu sistem yang efisien dan berguna bagi industri perkapalan masa depan dari presentasi dan video yang mereka tampilkan.
Para juri sempat kesulitan untuk menentukan siapa pemenang di setiap kategorinya, tetapi untuk kategori ini selamat bagi Tim Hydros UI.
Turnamen ini merupakan ajang perlombaan kapal hemat energi yang sangat bergengsi di dunia. Pada tahun ini turnamen diselenggarakan oleh the Yacht Club de Monaco yang bekerja sama dengan the International Powerboating Federation (UIM) dan Prince Albert II of Monaco Foundation.*





Komentar tentang post