Menurut Asda produk bakso yang dikembangkan oleh mahasiswa dengan menggunakan ikan roa segar.
Pembuatan produk ini, kata Asda, dengan memisahkan kepala ikan dan daging. Selanjutnya daging ikan dihaluskan dan dilakukan pencampuran terhadap bahan-bahan kering seperti tepung tapioka dan bumbu lainnya.
Jika sudah tercampur, dilanjutkan dengan menambahkan bahan-bahan cair, sehingga mendapatkan tekstur bakso yang baik.
Dengan memanfaatkan komoditas, inovasi pengolahan ikan roa menjadi bakso memperoleh nilai jual yang lebih tinggi untuk membantu masyarakat, kata Asda.
Potensi hasil laut berupa ikan roa yang dikembangkan mahasiswa melalui inovasi pembuatan produk makanan bakso ikan, untuk membantu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Selain Asda, materi pelatihan disampaikan oleh Prof. Dr. Amir Halid, Echan Adam, dan Ramlan Mustafa.
Warga Desa Bangga yang berada di pesisir Teluk Tomini, mata pencaharian utama nelayan dan petani. Dengan melihat potensi desa tersebut, mahasiswa KKN, membantu masyarakat untuk mengembangkan UMKM.




