Selasa, Maret 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

490 Spesies Tumbuhan Indonesia Terancam Punah

redaksi
7 November 2023
Kategori : Berita, Konservasi
0
Malahengo Tanaman Khas Gorontalo Bertumbuh dengan Baik

Buah tanaman malahengo. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Dalam dokumen dikeluarkan Bappenas tahun 2023, berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terdapat 490 spesies tumbuhan Indonesia yang terancam kepunahan.

Untuk itu, diperlukan peningkatan upaya perlindungan untuk mengurangi status keterancaman kehilangan keanekaragaman hayati.

Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) BRIN saat ini fokus pada strategi dan pencapaian target nasional pemulihan ekosistem dan spesies flora-fauna dari ancaman kepunahan melalui konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Salah satunya melalui pendataan menggunakan teknologi ter-update, sehingga data, status, dan informasi keanekaragaman hayati Indonesia yang dihasilkan dapat lebih komprehensif serta mendukung capaian target nasional.

Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN, Anang Setiawan Achmadi, mengatakan pemerintah telah menugaskan untuk memberi perhatian khusus terkait pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Berkelanjutan.

Direktur Program Terestrial Yayasan Konservasi Alam Nusantara Ruslandi mencontohkan aktivitas riset keanekaragaman hayati, yaitu upaya menjaga habitat orang utan Kalimantan yang berstatus konservasi ‘kritis’ di Wehea-Kelay.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINKLHKKonservasi Tumbuhan
Bagikan22Tweet2KirimKirim
Previous Post

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Next Post

Mahasiswa UNG Kembangkan Bakso dan Nuget Ikan Roa di Desa Bangga, Teluk Tomini

Postingan Terkait

49 Peserta Pendidikan Profesi Ners UNG Peroleh Sertifikat Kementerian Kesehatan

49 Peserta Pendidikan Profesi Ners UNG Peroleh Sertifikat Kementerian Kesehatan

17 Maret 2026
Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

16 Maret 2026

Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

Quraish Shihab Menyoroti Kerusakan Lingkungan

Penyelam Gorontalo Menggelar Tumbilotohe Underwater

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

Next Post
Mahasiswa UNG Kembangkan Bakso dan Nuget Ikan Roa di Desa Bangga, Teluk Tomini

Mahasiswa UNG Kembangkan Bakso dan Nuget Ikan Roa di Desa Bangga, Teluk Tomini

TERBARU

49 Peserta Pendidikan Profesi Ners UNG Peroleh Sertifikat Kementerian Kesehatan

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

Quraish Shihab Menyoroti Kerusakan Lingkungan

Penyelam Gorontalo Menggelar Tumbilotohe Underwater

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit 90S di Selatan Barat Daya Jakarta Berpeluang Sedang Menjadi Siklon Tropis

Selang 4 Jam Tiga Insiden Perampokan Laut Terjadi di Dekat Pulau Batam

Posisi Hilal di Wilayah Indonesia di Bawah Ufuk

Bahasan LBM PBNU Terkait Pemerintah Harus Menghentikan Ekspor Benih Lobster

Penipisan Lapisan Ozon Berbahaya Bagi Kesehatan Manusia

Dampak Bibit Siklon Tropis 94W di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.