Minggu, September 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

490 Spesies Tumbuhan Indonesia Terancam Punah

redaksi
7 November 2023
Kategori : Berita, Konservasi
0
Malahengo Tanaman Khas Gorontalo Bertumbuh dengan Baik

Buah tanaman malahengo. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Dalam dokumen dikeluarkan Bappenas tahun 2023, berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terdapat 490 spesies tumbuhan Indonesia yang terancam kepunahan.

Untuk itu, diperlukan peningkatan upaya perlindungan untuk mengurangi status keterancaman kehilangan keanekaragaman hayati.

Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) BRIN saat ini fokus pada strategi dan pencapaian target nasional pemulihan ekosistem dan spesies flora-fauna dari ancaman kepunahan melalui konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Salah satunya melalui pendataan menggunakan teknologi ter-update, sehingga data, status, dan informasi keanekaragaman hayati Indonesia yang dihasilkan dapat lebih komprehensif serta mendukung capaian target nasional.

Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN, Anang Setiawan Achmadi, mengatakan pemerintah telah menugaskan untuk memberi perhatian khusus terkait pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Berkelanjutan.

Direktur Program Terestrial Yayasan Konservasi Alam Nusantara Ruslandi mencontohkan aktivitas riset keanekaragaman hayati, yaitu upaya menjaga habitat orang utan Kalimantan yang berstatus konservasi ‘kritis’ di Wehea-Kelay.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINKLHKKonservasi Tumbuhan
Bagikan23Tweet2KirimKirim
Previous Post

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Next Post

Mahasiswa UNG Kembangkan Bakso dan Nuget Ikan Roa di Desa Bangga, Teluk Tomini

Postingan Terkait

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

13 September 2026
Topan Super Ragasa Akan Menyasar Laut Cina Selatan, Pesisir Guangdong, Teluk Tonkin dan Vietnam Utara

Pendidikan 171 Juta Siswa di Seluruh Dunia Terganggu Bahaya Iklim

13 September 2026

Depresi Tropis Terletak di Dekat Da Nang, Vietnam

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

Gunung Anak Krakatau Masih Status Siaga, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Dalam Pencarian

Alur Permohonan Akun SIAKAD UNG Bagi Orang Tua atau Wali

Next Post
Mahasiswa UNG Kembangkan Bakso dan Nuget Ikan Roa di Desa Bangga, Teluk Tomini

Mahasiswa UNG Kembangkan Bakso dan Nuget Ikan Roa di Desa Bangga, Teluk Tomini

TERBARU

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

Pendidikan 171 Juta Siswa di Seluruh Dunia Terganggu Bahaya Iklim

Depresi Tropis Terletak di Dekat Da Nang, Vietnam

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Menggelar Kompetisi Debat Mahasiswa

Banyak Karya Intelektual FPIK Universitas Brawijaya Berpotensi Paten

ITS dan Pemerintah Kerajaan Belanda Kerjasama Pendidikan Vokasi Kemaritiman

92B dan 90S Berpotensi Tinggi Menjadi Siklon Tropis

Mengarah ke Vietnam, Siklon Tropis di Laut Cina Selatan Akan Menguat Menjadi Topan

32 Lumba-Lumba Terdampar di Dekat Tokyo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.