Jumat, Juli 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mahasiswa UNG Perkenalkan Cara Mengolah Limbah Tahu Ramah Lingkungan

redaksi
7 Januari 2026
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Mahasiswa UNG Perkenalkan Cara Mengolah Limbah Tahu Ramah Lingkungan

FOTO: FMIPA UNG

Darilaut – Limbah cair industri tahu mengandung bahan organik tinggi yang dapat mencemari badan air dan mengganggu ekosistem perairan.

Penelitian mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi pengolahan limbah cair yang ramah lingkungan, membantu industri tahu memenuhi baku mutu limbah sesuai regulasi, serta menjaga kelestarian ekosistem perairan.

Melalui sintesis komposit fly ash-zeolit, “kami mengembangkan adsorben yang mampu mereduksi parameter pencemar” seperti BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) secara signifikan. “Kami menggunakan limbah untuk mengatasi limbah,” ujar Nola Charmelita Bagenda, ketua tim peneliti.

Penelitian dengan judul “Sintesis dan Aplikasi Komposit (Fly Ash – Zeolit) sebagai Media Adsorben untuk Reduksi BOD dan COD pada Limbah Cair Industri Tahu” ini digagas melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).

Sebagaimana diketahui industri tahu merupakan urat nadi ekonomi rakyat di banyak daerah di Indonesia. Namun, di balik gurihnya produk protein ini, tersimpan tantangan lingkungan yang pelik: limbah cair dengan kandungan organik tinggi.

Tanpa pengolahan yang memadai, limbah ini memicu bau menyengat dan merusak ekosistem sungai akibat tingginya kadar BOD dan COD.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: FMIPA UNGPeneliti UNGUNGUniversitas Negeri Gorontalo
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 90B Diperkirakan Mengarah ke Sri Lanka

Next Post

Venezuela Alami Keruntuhan Ekonomi dan Guncangan Iklim, Jutaan Orang Butuh Bantuan Kemanusiaan Mendesak

Postingan Terkait

Badai Tropis Noul Menuju Selat Luzon dan Pantai Timur Guangdong

Badai Tropis Noul Menuju Selat Luzon dan Pantai Timur Guangdong

24 Juli 2026
Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

24 Juli 2026

Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

Efektivitas Restorasi Terumbu Karang dengan Memastikan Fungsi Ekosistemnya Pulih

UNG Perkuat Tata Kelola Keuangan

Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

Mineral Kritis: Dari Litium di Argentina, Kobal di Kongo Hingga Nikel di Indonesia

Republik Demokratik Kongo Penghasil 70 Persen Kobal Dunia

Next Post
Venezuela Alami Keruntuhan Ekonomi dan Guncangan Iklim, Jutaan Orang Butuh Bantuan Kemanusiaan Mendesak

Venezuela Alami Keruntuhan Ekonomi dan Guncangan Iklim, Jutaan Orang Butuh Bantuan Kemanusiaan Mendesak

TERBARU

Badai Tropis Noul Menuju Selat Luzon dan Pantai Timur Guangdong

Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

Efektivitas Restorasi Terumbu Karang dengan Memastikan Fungsi Ekosistemnya Pulih

UNG Perkuat Tata Kelola Keuangan

Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

AmsiNews

REKOMENDASI

57 Kontainer Kayu Ilegal dari Papua Ditangkap di Pelabuhan Makassar

Perkembangan Kasus Awak Kapal Perikanan Indonesia yang Berada di Korea Selatan

BRIN Perkuat Kebijakan Kuota Tangkap Satwa Liar 2026 Berbasis Riset Ilmiah

Inilah Karya Prof Adrian Bernard Lapian tentang Kelautan dan Maritim 1964 – 2009

Dua Daerah Sepakat Berantas Destructive Fishing

Penelitian Terbaru, Sebagian Kerang Hijau Pantai Utara Jawa Tak Layak Konsumsi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.