Bupati Pulau Morotai Benny Laos mengatakan, sekitar 2.000 orang anggota masyarakat yang berasal dari berbagai kalangan dan usia berpartisipasi dalam pertunjukan tersebut.
“Bambu tada adalah alat musik yang terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mengeluarkan bunyi-bunyian khas bambu. Cara mainnya dengan diketuk-ketukan ke tanah. Bambu tada berfungsi sebagai musik pengiring dan dimainkan bersama alat musik lain,” katanya.
Pemain bambu tada juga membentuk berbagai formasi menarik sambil memainkan alat musik itu. Untuk mencapai hasil yang baik, persiapan pun sudah dilakukan sejak beberapa bulan sebelum penampilan. Setiap sore, para peserta berlatih bersama tim koreografer Eko ‘Pece’ Supriyanto.
Semangat para peserta tidak berkurang, meski cuaca saat itu tidak begitu bersahabat. Meski gerimis, mereka tetap memberikan penampilan terbaik.*





Komentar tentang post