Jumat, Maret 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kegiatan Selam Dikuasai Asing, Negara Rugi Rp 1,5 Triliun

Pemerintah harus serius membenahi masalah ini

redaksi
11 Juli 2018
Kategori : Berita
0
Kegiatan Selam Dikuasai Asing, Negara Rugi Rp 1,5 Triliun

Akibat kegiatan selam di Indonesia dikuasai asing, negara rugi Rp 1,5 Triliun. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), Moh Abdi Suhufan mengatakan, kegiatan dalam dunia selam di Indonesia masih dikuasai asing. Akibat dominasi ini telah menimbulkan ketergantungan dan kerugian negara sebesar Rp 1,5 Triliun.

“Akibat kegiatan selam dikuasai asing, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun,” kata Abdi, Rabu (11/7) di Jakarta. Selama ini, aktivitas penyelaman baik jasa kelautan dan pekerjaan komersil lainnya dilakukan secara ilegal, yakni dengan tidak membayar pajak pada negara.

Menurut Abdi, Indonesia masih mengalami hambatan dalam mengoptimalkan pemanfaatan laut, melalui pengembangan jasa kelautan. Karena kegiatan selam dan bidang pekerjaan komersil bawah laut masih dikuasai asing.

Sejauh ini, pemerintah belum mengatur regulasi tentang bidang pekerjaan komersil bawah laut serta layanan selam untuk pariwisata. Itu sebabnya, mesti ada upaya serius dari pemerintah dan stakeholder kelautan untuk membenahi masalah ini.

Aktivitas ini, kata Abdi, dilakukan pihak asing melalui asosiasi dan lembaga sertifikasi asing yang berbisnis di Indonesia. Praktik tersebut sudah berlangsung lama dan merugikan negara.

Kegiatan selam yang dikuasai asing meliputi, layanan kepariwisataan dan bidang pekerjaan komersil. Antara lain, survei bawah laut yang sertifikasinya dikeluarkan oleh asosiasi dan lembaga asing yang melakukan bisnis di Indonesia. “Saat ini ada sekitar 8-10 lembaga asing yang beroperasi di Indonesia dari negara Amerika, Jepang, Kanada dan Inggris,”ujarnya.

Untuk bidang kepariwisataan layanan selam, pasar mereka meliputi sertifikasi dive center yang melakukan usaha selam. Selain itu, sertifikasi instruktur selam dan sertifikasi dive master. Ada juga jenis sertifikasi lain, seperti survei bawah laut, pengelasan bawah laut, perpipaan dan pekerjaan di sektor migas.

“Setiap dive centre mesti membayar Rp 30-40 juta, saat ini ada sekitar 800 dive center di Indonesia’ kata Abdi.

Hal ini ditambah lagi dengan semakin meningkatnya kebutuhan tenaga selam profesional yang jumlahnya mencapai ratusan orang per tahun. Akibat praktik ini, menurut Abdi, pertumbuhan tenaga selam di Indonesia tergolong lambat, karena mahalnya biaya mendapatkan sertifikasi selam. Ironisnya, hal ini berbanding terbalik dengan keinginan pemerintah dalam mendorong perkembangan pariwisata khususnya wisata bahari.

Sementara itu, Ketua Bidang Sertifikasi Profesi Kelautan DPP ISKINDO, Amiruddin mengatakan pemerintah dan stakeholder kelautan Indonesia harus segera melakukan konsolidasi guna mengurangi dominasi asing di dunia bawah laut Indonesia. “Pemerintah mesti segera mengatur dan membuat regulasi tentang sertifikasi pekerjaan bawah laut, serta lembaga atau asosiasi yang menjalankan bisnis ini di Indonesia dengan label merah putih” kata Amiruddin.

Pekerjaan bawah laut memang memiliki risiko tinggi dan mesti ada standarisasi. Namun, sumber daya manusia bangsa ini sudah mempunyai kemampuan untuk menghasilkan hal tersebut.

Pemerintah perlu mendorong agar penyediaan layanan sertifikasi selam profesional dan pekerjaan komersil untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam negeri dan berbiaya murah. Biaya yang selama ini dikeluarkan untuk sertifikasi pekerjaan bawah laut terbilang mahal. Sehingga Indonesia kekurangan sumber daya manusia terampil untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja bawah laut.*

 

Tags: ISKINDOselamsertifikasi
Bagikan67Tweet12KirimKirim
Previous Post

Berlayar dengan Pinisi, Belajar Terumbu Karang

Next Post

Menteri Susi: Sampah Plastik Ancaman Utama

Postingan Terkait

Siklon Tropis Horacio Makin Menguat di Dekat Port Marthurin

Indonesia yang Berada di Dekat Garis Khatulistiwa Tak Lagi Aman Risiko Siklon Tropis

6 Maret 2026
Ada Makhluk Hidup Terkecil di Balik Batu Kapur Gorontalo

Ada Makhluk Hidup Terkecil di Balik Batu Kapur Gorontalo

6 Maret 2026

Perkiraan ENSO Maret Hingga Mei 60%, La Nina 30%, El Nino 10%

Bibit Siklon Tropis 93S Menguat, 90S Melemah di Selatan Nusa Tenggara Timur

Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Tanggal 19 Maret 2026

Bibit Siklon Tropis 95W Terletak di Timur Laut Jayapura

Bibit Siklon Tropis 90S Bawa Hujan di Jawa Hingga Nusa Tenggara, Gelombang Laut Tinggi 6 Meter

Perang AS-Israel vs Iran Meluas, Konflik Berlanjut di Kawasan Timur Tengah

Next Post
Menteri Susi: Sampah Plastik Ancaman Utama

Menteri Susi: Sampah Plastik Ancaman Utama

Komentar tentang post

TERBARU

Indonesia yang Berada di Dekat Garis Khatulistiwa Tak Lagi Aman Risiko Siklon Tropis

Ada Makhluk Hidup Terkecil di Balik Batu Kapur Gorontalo

Perkiraan ENSO Maret Hingga Mei 60%, La Nina 30%, El Nino 10%

Bibit Siklon Tropis 93S Menguat, 90S Melemah di Selatan Nusa Tenggara Timur

Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Tanggal 19 Maret 2026

Bibit Siklon Tropis 95W Terletak di Timur Laut Jayapura

AmsiNews

REKOMENDASI

Gubernur Diminta Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca

Prof Aprilani Soegiarto: Pioner Oseanografi dan Ilmu Kelautan di Asia Tenggara

Wisata Ubur-Ubur di Togean dan Kakaban

Tim SAR Temukan Mayat Gunakan Life Jacket, Diduga Awak KM Lintas Timur

Izin dan Investasi Perikanan Tangkap Diatur Ketat dan Transparan

Seminggu, 29 Kejadian Banjir di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.