Salah satu upayanya adalah pemanfaatan blue carbon yang terdapat pada hutan bakau, padang lamun, dan rawa pasang surut.
Semua itu, kata Primashanti, merupakan komponen integral dari sistem penyimpanan karbon, yang berperan penting dalam menyerap karbon. Hal itu berkontribusi terhadap keseimbangan karbon global.
Menurut Primashanti, ekosistem lamun rentan terhadap kerusakan, terutama yang disebabkan oleh faktor manusia.
Untuk itu, perlu langkah nyata dalam menyelamatkan dan memelihara keberadaan ekosistem blue carbon, khususnya lamun, melalui program blue carbon assessment, kata Primashanti.




