Mengutip Japantimes.co.jp saat konferensi pers pada hari Sabtu (17/9), seorang pejabat badan cuaca merujuk pada dua badai kuat sebelumnya yang berdampak besar di pulau-pulau utama Jepang yaitu Topan Jebi 2018, yang melanda wilayah Kansai dan menewaskan 14 orang, serta Topan Hagibis 2019, yang menghantam wilayah Kanto dekat Tokyo dan menyebabkan pemadaman listrik yang meluas.
Untuk Kyushu, setidaknya, pejabat itu mengatakan dampak Nanmadol berpotensi lebih buruk.
Badan tersebut memperingatkan gelombang tinggi, gelombang badai, tanah longsor, banjir dan sungai yang meluap.
Angin bisa sangat kuat di daerah-daerah seperti Kyushu selatan sehingga beberapa rumah akan berisiko runtuh, mendesak penduduk untuk tinggal di gedung-gedung kokoh dan menjauh dari jendela.
Pejabat tersebut juga memperingatkan apa yang disebut zona presipitasi linier, yang dapat membawa hujan deras dalam waktu lama ke daerah yang sama dan menyebabkan bencana.
“Jika badai mempertahankan intensitas seperti yang diperkirakan, itu akan menjadikan pendaratan sebagai salah satu dari lima badai terkuat yang pernah melanda Jepang barat dalam catatan,” kata Robert Speta, pakar topan yang sebelumnya bekerja sebagai ahli meteorologi di Jepang.
Robert mengatakan Nanmadol adalah sistem tropis terkuat di mana pun di planet ini sepanjang tahun ini.





Komentar tentang post