Darilaut – Sedikitnya 50 orang tewas akibat badai (Hurricane) Melissa di Jamaika dan Haiti. Badai kategori 5 yang terkuat di Atlantik tahun ini juga menyebabkan kehancuran di Kepulauan Karibia.
Dalam siaran pers UN News, ketika Badai Melissa bergerak ke utara Jamaika pada hari Rabu (29/10), kepala tim PBB mengatakan bahwa penilaian kerusakan awal dari badai kategori 5 menunjukkan tingkat kehancuran yang “belum pernah terjadi sebelumnya” di pulau Karibia tersebut.
Melansir Apnews.com, Badai Melissa mendarat di pantai tepat di sebelah barat kota pada hari Selasa (28/10), menyebabkan hingga 90% bangunan di Black River kehilangan atap, putusnya kabel listrik dan robohnya struktur beton.
Salah satu badai Atlantik terkuat yang menerjang daratan tersebut menyebabkan setidaknya 19 kematian di Jamaika, dan 31 kematian di Haiti.
Krisis Iklim
Rabu dini hari, Badai Melissa melintasi Kuba, membawa angin berkecepatan 190 km/jam, hujan lebat, dan peringatan gelombang badai yang “mengancam jiwa”.
Badai tersebut melemah menjadi kategori 2 dan mencapai Kuba, tetapi Pusat Badai Nasional (NHC) di sana mengatakan Melissa akan tetap menjadi badai yang kuat ketika bergerak melintasi Bahama.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed mengatakan badai yang bergerak lambat ini merupakan “satu lagi demonstrasi ilmu iklim dan mengapa kita harus berjuang untuk dunia dengan suhu 1,5 derajat Celcius.”




