Minggu, November 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Memahami Bencana di Masa Lalu Melalui Peristiwa Tsunami Krakatau

redaksi
28 Agustus 2021
Kategori : Berita
0
Tsunami Krakatau

Kapal uap “Berouw” berpindah 3,3 kilo meter dari tempatnya berlabuh karena hempasan gelombang tsunami akibat letusan gunungapi Krakatau pada 27 Agustus 1883. SIMKIN & FISKE/NONTJI (1993)

Tsunami saat itu memicu ketinggian hingga 41 meter di wilayah Merak dan 2,6 meter di Batavia.

Letusan Gunungapi Krakatau pada 27 Agustus 1883 disusul dengan tsunami paling dahsyat dan tercatat sebagai malapetaka paling merusak.

Seperti ditulis ahli kelautan Dr Anugerah Nontji (1993), letusan disusul tsunami tersebut telah memindahkan kapal uap Berouw yang sedang berlabuh di Pelabuhan Teluk Betung.

Di Kota Teluk Betung, tsunami menerjang dengan ketinggian gelombang 20 meter. Di Merak setinggi 40 meter.

Bongkahan batu karang seberat 600 ton tercerabut dan terangkat dari dalam laut. Kemudian dihempaskan ke daratan.

Bunyinya merambat hingga terdengar di Pulau Rodriguwz. Pulau ini terletak 1600 kilometer sebelah timur Madagaskar. Kurang lebih 4.563 kilometer dari Krakatau.

Dua pertiga bagian pulau seluas 5 x 8 kilo meter persegi diterbangkan saat puncak letusan.

Tsunami yang ditimbulkan luar biasa besarnya. Malapetaka akibat gempa dan tsunami ini tak terkira hebatnya. Terutama di pantai Pulau Jawa dan Sumatera yang berdekatan dengan Selat Sunda.

Menurut Nontji, kapal uap Berouw berpindah tempat ke lembah Sungai Kuripan. Jarak kapal terlempar sejauh 3,3 kilo meter dari tempat semula.

Kapal berpindah di ketinggian 9 meter, dengan jarak dari pantai 2,8 kilo meter.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Anugerah NontjiBNPBGunung Anak KrakatauKrakatautsunamiTsunami KrakatauTsunami Selat Sunda
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Tsunami 2018 Akibat Longsoran Badan Gunung Anak Krakatau

Next Post

Tanah Longsor di Kabupaten Karo Menewaskan 5 Warga

Postingan Terkait

Ekonomi Gorontalo Y-on-Y 2026 Tumbuh 5,63 Persen

Ekonomi Gorontalo Y-on-Y 2026 Tumbuh 5,63 Persen

8 November 2026
Menuju Kondisi El Niño yang Lebih Kuat Desember 2026

Earth Information Day, WMO Luncurkan Kondisi Iklim 2026 Pada Konferensi Iklim COP31

8 November 2026

Esai Digitalisasi Ekowisata Hiu Paus Mahasiswa UNG Raih Prestasi Nasional

Badai Tropis Cempaka Terbentuk di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Program Studi Pendidikan Geografi UNG Raih Akreditasi Unggul

Lebih Dari 190 Negara Akan Menghadiri COP31 di Antalya Turki Saat Overshoot Perjanjian Paris 1,5°C

Konferensi Iklim PBB di Tengah Kekeringan, Banjir Dahsyat, Gelombang Panas dan El Niño Sangat Kuat

Potensi Hujan Lebat dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Next Post
Tanah Longsor di Kabupaten Karo Menewaskan 5 Warga

Tanah Longsor di Kabupaten Karo Menewaskan 5 Warga

Komentar tentang post

TERBARU

Ekonomi Gorontalo Y-on-Y 2026 Tumbuh 5,63 Persen

Earth Information Day, WMO Luncurkan Kondisi Iklim 2026 Pada Konferensi Iklim COP31

Esai Digitalisasi Ekowisata Hiu Paus Mahasiswa UNG Raih Prestasi Nasional

Badai Tropis Cempaka Terbentuk di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Program Studi Pendidikan Geografi UNG Raih Akreditasi Unggul

Lebih Dari 190 Negara Akan Menghadiri COP31 di Antalya Turki Saat Overshoot Perjanjian Paris 1,5°C

AmsiNews

REKOMENDASI

Irukandji, Ubur-ubur Penyengat di Pulau Fraser Australia

El Niño Sudah Ada di Rumah Kita, Agustus-Oktober 2026 Akan Menguat, Suhu di Atas Normal

Melihat Sejenak Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan Berbiaya Rp 11,2 Miliar

KPU Siap Melaksanakan Pemungutan Suara Ulang di Dapil Gorontalo 6

Sunset Berjenjang Dari Pulo Cinta di Teluk Tomini

UNEP Buka Pendaftaran Champions of the Earth 2024, Penghargaan Lingkungan Hidup Tertinggi PBB

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.