Temuan tersebut mengungkap beberapa sudut pandang di antara berbagai pemangku kepentingan untuk mempertahankan kawasan konservasi dengan atau tanpa kehadiran hiu paus itu sendiri.
Beragam kegiatan pariwisata seperti menyelam, snorkeling, memancing, berperahu, dan mengamati satwa liar laut melayani spektrum wisatawan yang luas, dari sekadar petualang hingga ekowisata.
Menyeimbangkan potensi ekonomi pariwisata hiu paus dengan kebutuhan untuk melindungi spesies yang terancam punah ini merupakan masalah yang kompleks, yang memerlukan pertimbangan prioritas yang cermat dari tujuan konservasi dan pariwisata.
”Masyarakat setempat sadar akan pentingnya menjaga keberadaan hiu paus di daerah tersebut untuk memastikan ketersediaan peluang pariwisata yang berkelanjutan melalui inisiatif konservasi,” kata Tatak Setiadi, penulis pertama.
”Sangat penting untuk mencapai keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan keberlanjutan ekologi, karena keberlangsungan pariwisata jangka panjang di pantai Botubarani bergantung pada kondisi laut dan keselamatan hiu paus,” ujarnya. (Verrianto Madjowa)