Dalam konteks konservasi hiu paus dan wisata bahari, pemangku kepentingan mencakup semua individu, kelompok, dan organisasi yang memiliki kepentingan dalam pengelolaan, perlindungan, dan penggunaan sumber daya laut.
Para pemangku kepentingan ini biasanya terdiri dari masyarakat lokal, lembaga pemerintah, organisasi konservasi, wisatawan, dan pelaku sektor swasta.
Dinamika antara pemangku kepentingan utama di pantai Botubarani sangat penting untuk menciptakan nilai sosial ekonomi dan menerapkan strategi konservasi hiu paus yang efektif. Koeksistensi berbagai pemangku kepentingan di pantai menghadirkan peluang untuk kolaborasi, serta potensi konflik.
Di Desa Botubarani, terdapat berbagai jenis partisipasi, termasuk pengambilan keputusan, implementasi, manfaat, dan evaluasi. Penting untuk mengatasi potensi konflik yang mungkin timbul antara masyarakat lokal.
Penelitian ini dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan beberapa pemangku kepentingan utama di kawasan konservasi hiu paus.
Kajian data kualitatif menggunakan analisis pemangku kepentingan dengan memetakan setiap tingkat kepentingan dan kekuatan pengaruh. Kemudian, melalui analisis partisipasi, ditemukan dinamika sosial yang mendorong tumbuhnya wisata hiu paus.




