Tukik yang dilepaskan secara bersama-sama sebanyak 51 ekor jenis penyu hijau (Chelonia mydas) dan 2 ekor jenis penyu sisik (Eretmochelys imbricata).
Tukik tersebut hasil penetasan semi alami yang dilakukan petugas balai taman nasional yang telurnya ditemukan masyarakat Sape di pulau Belang-belang. Telur penyu tersebut langsung diserahkan ke petugas beberapa bulan lalu.
Sebelum dilakukan pelepasliaran tukik, anak-anak diajak membersihkan lingkungan di sekitar mereka dan j berdoa terlebih dahulu guna memanamkan nilai-nilai agama.
Pengenalan singkat tentang penyu disampaikan Saleh Rahman. Anak-anak diedukasi tentang keunikan telur penyu. Selain itu, tentang tukik dan penyu dewasa, serta siklus hidup ataupun daya jelajah dari penyu itu sendiri.
Dengan sering melakukan giat semacam ini, diharapkan masyarakat mulai dari usia dini bisa menyadari pentingnya bersama-sama melindungi penyu dan biota laut lainnya.*





Komentar tentang post