Mangrove juga merupakan pelindung alami pantai atau bisa dibilang sebagai benteng pertahanan dari ancaman abrasi serta bencana alam seperti badai dan juga gelombang tsunami. Akar mangrove berfungsi sebagai penyaring alami polutan pencemaran laut.
Di Uwedikan ditemukan mangrove yang tidak lagi sehat. Kerusakan itu terlihat terlihat jelas pada bagian akar yang mengalami pelapukan, belum diketahui pasti penyebab kerusakan.
Diduga kerusakan ini disebabkan oleh limbah tailing pabrik tambak udang yang dibuang langsung ke laut.
Untuk memastikan penyebab pasti kerusakan ekosistem mangrove di Uwedikan perlu dilakukan riset ilmiah dengan melibatkan tim yang ahli kompeten dibidangnya.
Fasilitator JAPESDA di Uwedikan, Indhira Faramita Moha menjelaskan, pendataan mangrove di Uwedikan berada di empat titik lokasi, dengan jumlah keseluruhan plot yang terpasang sebanyak 12 plot.
Indhira mengatakan pihaknya hanya melakukan pendataan pada titik sampling yang sudah ditentukan. Dan tidak bisa memastikan kondisi kesehatan manggrove tersebut.
“Kami tidak bisa memastikan apakah seluruh pohon mangrove yang tersebar di empat pulau ini seluruhnya mengalami kerusakan,” kata Indhira.
”Kerusakan (lapuk pada bagian akar) kami temukan di 12 plot ini. Nah, di sini ada yang akarnya masih kuat dan kokoh, ada juga yang lapuk dan rentan patah.”




