Menurut Emergency Events Database Pada tahun 2023, total 79 bencana yang terkait dengan kejadian bahaya hidrometeorologi dilaporkan di Asia.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 80% disebabkan oleh banjir dan badai, dengan lebih dari 2.000 korban jiwa dan sembilan juta orang terkena dampak langsung. Meskipun risiko kesehatan akibat panas ekstrem meningkat, angka kematian akibat panas sering kali tidak dilaporkan.
Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP), Armida Salsiah Alisjahbana, mengatakan, pada tahun 2023, negara-negara rentan terkena dampak yang sangat besar. Misalnya, siklon tropis Mocha, siklon terkuat di Teluk Benggala dalam satu dekade terakhir, melanda Bangladesh dan Myanmar.
”Peringatan dini dan kesiapsiagaan yang lebih baik menyelamatkan ribuan nyawa,” ujarnya.
Dalam konteks ini, menurut Alisjahbana, laporan State of the Climate in Asia 2023 merupakan upaya menjembatani kesenjangan antara ilmu pengetahuan iklim dan risiko bencana melalui proposal kebijakan berbasis bukti.
ESCAP dan WMO, bekerja sama dalam kemitraan, akan terus berinvestasi dalam meningkatkan ambisi iklim dan mempercepat implementasi kebijakan yang sehat, termasuk memberikan peringatan dini kepada semua pihak di kawasan ini sehingga tidak ada satupun yang tertinggal seiring dengan terus berkembangnya krisis perubahan iklim.




