“Fisiologi hewan-hewan ini menunjukkan bahwa mereka cukup pintar untuk mengetahui bahwa manusia bukanlah mangsa. Sekarang mengapa begitu? Saya pikir itu lebih merupakan pertanyaan budaya. Mereka belajar makan apa yang diajarkan ibu mereka untuk dimakan, dan manusia tidak pernah menjadi bagian dari diet itu. Manusia tidak pernah menjadi bagian dari menu. Saya pikir mungkin sesederhana itu,” kata Giles.
Giles mencontohkan populasi orca pemakan ikan yang dipelajarinya— dikenal sebagai paus pembunuh Penduduk Selatan (Southern Resident killer whales) — yang dikenal menangkap dan bermain dengan lumba-lumba. Tindakan ini terkadang mengakibatkan kematian lumba-lumba.
Namun, paus ini tampaknya tidak memakan lumba-lumba tersebut, meskipun ada beberapa anggota kelompok yang mati kelaparan karena kekurangan makanan.
Populasi ini terancam punah dengan hanya sekitar 75 anggota yang tersisa. Di antara ancaman utama yang dihadapi kelompok ini adalah berkurangnya kelimpahan mangsa yang mereka sukai, salmon Chinook.
“Bahkan dalam menghadapi kelaparan, mereka tidak mengubah apa yang mereka makan,” kata Giles.
“Mereka membunuh lumba-lumba, itu sudah mati atau sekarat. Dan dengan satu gigitan mereka bisa memakan semuanya. Namun paus ini tidak melihat lumba-lumba ini sebagai mangsa. Dan saya pikir itu sama persis dengan manusia—mereka tidak melihat manusia sebagai mangsa.Syukurlah, mereka tidak melihat manusia sebagai mainan.”





Komentar tentang post