Rabu, September 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengapa Pembelajar Bahasa Inggris Sulit Berkembang?

redaksi
30 September 2026
Kategori : Berita
0
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Zulkifli Tanipu, M.A.,Ph.D. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Pada akhirnya, pembelajar pun belajar mengikuti pola yang paling sering dihargai. Jika sistem lebih banyak memberi penghargaan pada jawaban benar daripada kemampuan menggunakan bahasa, hasilnya akan cenderung seragam di berbagai tempat.

Dari perspektif psikolinguistik, kondisi ini dapat dipahami sebagai hambatan kognitif kolektif. Artinya, kesulitan belajar tidak hanya dialami oleh satu individu, tetapi muncul karena lingkungan pembelajaran secara bersama-sama membatasi perkembangan kemampuan berbahasa.

Ketika pola kesulitan ditemukan pada banyak pembelajar dengan latar belakang yang berbeda, persoalannya sudah bergeser dari ranah individu menuju ranah sistem.

Kita dapat melihatnya melalui budaya literasi yang berkembang di lingkungan pendidikan. Banyak pembelajar lebih akrab dengan ringkasan materi daripada bacaan utuh, lebih sering berlatih menjawab soal daripada membangun argumen, dan lebih terbiasa mengingat informasi daripada menggunakannya dalam tulisan atau diskusi.

Akibatnya, kemampuan mengenali bentuk bahasa berkembang lebih cepat dibanding kemampuan berpikir dan berkomunikasi melalui bahasa tersebut.

Situasi ini juga menjadi refleksi penting bagi pendidik bahasa Inggris. Peran pendidik bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi merancang pengalaman belajar yang memungkinkan pembelajar membaca secara mendalam, berdiskusi, menulis, dan menggunakan bahasa dalam konteks yang autentik.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Fakultas Sastra dan Budaya UNGPembelajaran Bahasa InggrisUNGUniversitas Negeri GorontaloZulkifli Tanipu PhD
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Data Pengamatan Laut Penting untuk Perlindungan Masyarakat Pesisir dan Keanekaragaman Hayati Laut

Postingan Terkait

Pengamatan Laut Global Diluncurkan Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81

Data Pengamatan Laut Penting untuk Perlindungan Masyarakat Pesisir dan Keanekaragaman Hayati Laut

30 September 2026
Peneliti UNG Kembangkan Sistem Deteksi dan Dataset Kondisi Perairan Berkelanjutan

Peneliti UNG Kembangkan Sistem Deteksi dan Dataset Kondisi Perairan Berkelanjutan

30 September 2026

Evaluasi Pola Hanyutan Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang Saat Meliput Letusan Gunung Anak Krakatau

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

El Niño Intensitas Sangat Kuat, Curah Hujan Kategori Rendah

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Banjir Melanda Parigi Moutong dan Langkat

TERBARU

Mengapa Pembelajar Bahasa Inggris Sulit Berkembang?

Data Pengamatan Laut Penting untuk Perlindungan Masyarakat Pesisir dan Keanekaragaman Hayati Laut

Peneliti UNG Kembangkan Sistem Deteksi dan Dataset Kondisi Perairan Berkelanjutan

Evaluasi Pola Hanyutan Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang Saat Meliput Letusan Gunung Anak Krakatau

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Mutiara

Mitigasi dan Penanggulangan Tumpahan Minyak

Pencemaran Lingkungan, PT HAYI Cicil Bayar Ganti Rugi Rp 12 Milyar

BRIN Kembangkan Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Cair Setara Solar

Membangun Budaya Sadar Bencana

Senat Universitas Negeri Gorontalo Umumkan Tahapan Pemilihan Rektor

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.