Darilaut – Kondisi cuaca di Indonesia antara lain peralihan menuju dominasi monsun Australia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau untuk tetap waspada potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan 31 Maret – 6 April 2026.
Direktorat Meteorologi Publik BMKG mengatakan pada skala regional, Monsun Australia terpantau mengalami penguatan dan diprakirakan akan terus menguat dalam beberapa hari ke depan.
Penguatan monsun ini berkontribusi terhadap peningkatan aliran massa udara dari wilayah Australia menuju Indonesia, yang umumnya bersifat lebih kering, kata BMKG.
Hasil analisis angin zonal menunjukkan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia yang menjadi salah satu indikasi bahwa sebagian wilayah mulai memasuki periode peralihan menuju musim kemarau.
Dalam sepekan ke depan, menurut BMKG, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal.
Pada skala global, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase netral terlihat dari indeks NINO 3.4 sebesar -0,51, yang tidak memberikan peningkatan yang signifikan terhadap aktivitas konvektif di wilayah Indonesia.
Sementara itu, nilai Dipole Mode Index (DMI) sebesar -0,13 dan berada pada fase netral yang menunjukkan tidak adanya aliran udara signifikan dari Samudra Hindia timur Afrika ke wilayah Indonesia, khususnya bagian barat, sehingga pengaruhnya terhadap distribusi curah hujan di Indonesia juga masih terbatas.




