Penguatan Kelompok Kogito
Meskipun Pulau Papan Desa Kadoda masuk dalam destinasi wisata bahari yang banyak dikunjungi pelancong baik dalam maupun luar negeri, namun belum bisa mendorong pendapatan ekonomi masyarakat setempat.
“Warga di sini masih bergantung pada hasil saat melaut, tergantung pada ikan yang didapat, atau gurita yang berhasil ditangkap, dan harga jual,” kata Fasilitator Japesda di Desa Kadoda, Titania Aminullah.
Perempuan 27 tahun itu selalu menekankan kepada anggota kelompok Kogito dan nelayan di luar kelompok untuk tidak melakukan aktivitas destructive fishing.
“Saya selalu sosialisasi, kenapa kita harus jaga laut.” Lalu, dampak jangka panjang dari kerusakan terumbu karang apa, selain itu juga ”ancaman hukuman jika ditangkap pihak berwajib,” ujar Titania.
”Saya juga mengusulkan” untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang ”pengelolaan perikanan berkelanjutan.”
Saat mengunjungi lokasi penutupan penangkapan gurita, Darto Kaili (40) terlihat sedang melakukan pengawasan di perairan Kadoda.
Darto mengatakan banyak mendapati pelanggaran yang mencari gurita di dalam kawasan yang ditutup.

“Kalau saya, paling banyak ketemu orang yang mencari gurita. Saya langsung temui lalu saya ajak bicara, terus saya kasih tahu kalau saat ini masih penutupan sementara. Saya kasih tahu juga kalau penutupan ini tidak lama, kalau sudah dibuka baru boleh mencari gurita di sini,” kata Darto.




