Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Eksplorasi

Nama Pinisi Muncul 1930-an

redaksi
21 Desember 2018
Kategori : Eksplorasi
0
Aziz Salam

Dr Aziz Salam, M.Agr. FOTO: DARILAUT.ID

SEBAGAI alat transportasi laut yang digunakan untuk perdagangan di Sulawesi Selatan, pinisi, mengalami masa kejayaan selama 40 tahun. Nama perahu pinisi baru muncul pada 1930-an.

“Pinisi berjaya 1930 sampai 1970,” kata ahli perkapalan Dr Aziz Salam M.Agr, Kamis (20/12).

Transformasi perahu pinisi dimulai dari pangajava atau paqtaripang. Perahu dengan tipe satu layar ini digunakan sesuai komoditas yang diburu di laut.

Evolusi perahu layar pangajava/paqtaripang berkembang menjadi paqdewakang. “Paqdewakang adalah perahu layar asli Indonesia dari Bugis-Makassar,” kata Aziz.

Paqdewakang yang digunakan nelayan Bugis-Makassar hingga ke Australia untuk berburu teripang dan komoditas laut lainnya.

Aziz mendalami transformasi perahu dan kapal di Sulawesi Selatan ketika masih kuliah S1 di Fakultas Teknik, Jurusan Perkapalan, Universitas Hasanuddin. Penelitian ini dilanjutkan melalui pendidikan S2 dan S3 di Universitas Ehime, Jepang.

Pada 1900, perahu Paqdewakang dengan dua layar mengalami perubahan menjadi palari. Palari memiliki tujuh layar.

Evolusi perahu
Evolusi perahu di Sulawesi Selatan. Sumber: Aziz Salam dan Osozawa Katsuya (2008).

Perkembangan kapal dagang di Sulawesi Selatan mengalami evolusi tahap demi tahap. “Palari memiliki layar yang sama dengan pinisi, tetapi body berbeda,” kata Aziz yang lahir di Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan, pada 1972.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Dr Aziz Salamekspedisi pinisiPadewakangPaqdewakangPinisiUniversitas Negeri Gorontalo
Bagikan11Tweet7KirimKirim
Previous Post

Musik Ukulele di Kapal Layar Pinisi

Next Post

Nelayan Paisu Bebe Tak Lagi Gunakan Genset

Postingan Terkait

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

24 Januari 2026
Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

12 September 2025

Belajar Kajian Maritim Dari Adrian Bernard Lapian

Peneliti Temukan Potensi 16 Spesies Baru di Kalimantan Tengah

200 tahun Alfred Wallace: laboratorium hidup evolusi Wallacea semakin disesaki pembangunan

BRIN Fokus Riset Laut Dalam di Wilayah Timur Indonesia

BRIN dan Chinese Academy of Sciences Kerja Sama Riset Kelautan

15 Spesies Paus Terlihat di Laut Cina Selatan

Next Post
LTSHE

Nelayan Paisu Bebe Tak Lagi Gunakan Genset

Komentar tentang post

TERBARU

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

BNPB Kembangkan Aplikasi Kawasan Rawan Bencana Gunung Lewotolok

Kapal Citrawati Patah Kemudi, Semua Penumpang Selamat

Internalisasi Nilai Langga Dalam Karakter Akuntansi

Gempa Terasa Lebih Dari 20 Detik, Segera Evakuasi

“Sumber Daya Laut dan Ekonomi Biru” Mengantarkan Mahasiswa FMIPA UNG Juara Desain Nasional

WMO Ingatkan Tsunami Teluk Palu, Jepang dan Samudra Hindia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.