Penelitian oleh Cheng et al yang terbit di Jurnal Advances in Atmospheric Sciences pada Januari 2020, menemukan kenaikan suhu rata-rata permukaan laut global pada tahun 2019 adalah 0,075°C di atas rata-rata klimatologis 1981-2019.
Hal serupa juga diindikasikan oleh suhu permukaan laut di perairan Indonesia. Pengkajian oleh Siswanto dkk dari BMKG yang terbit di International Journal of Climatology (2016) menemukan suhu permukaan laut di Laut Jawa dan Samudera Hindia barat Sumatera juga terus menghangat dengan kenaikan sekitar 0,5°C sejak tahun 1970-an, sedikit lebih rendah daripada tren rata-rata global.
Suhu permukaan laut di perairan Indonesia secara umum agak mendingin pada tahun 2019 lalu disebabkan pengaruh fenomena Dipole Mode Positif Samudera Hindia yang kuat dan El Nino kategori lemah.
Pada bulan April hingga Mei ini, suhu permukaan laut di wilayah Indonesia terpantau masih cenderung hangat, terutama berangsur lebih hangat lagi di perairan di wilayah antara Samudera Indonesia dan perairan utara Australia.
Kondisi ini menandakan dinamika suhu permukaan laut di perairan ini masih berpotensi dan sesuai untuk tumbuhnya badai tropis.
Berdasarkan catatan Pusat Peringatan Badai Tropis Jakarta (Jakarta Tropical Cyclone Warning Center di BMKG), terdapat peluang 11 persen secara statistik munculnya badai tropis di perairan selatan Indonesia pada bulan April ini, dan menurun 3 persen pada bulan Mei.





Komentar tentang post