Laporan UNEP tahun 2023 menemukan bahwa negara ini dapat memasok lebih dari 10 kali lipat air yang disediakan oleh pabrik desalinasi dunia saat ini.
Air limbah juga merupakan sumber energi, nutrisi, dan bahan-bahan lain yang dapat diperoleh kembali, namun hanya 58 persen air limbah rumah tangga yang diolah dengan aman secara global.
Air limbah seringkali tidak digunakan kembali karena kekhawatiran akan penularan, mikroplastik, dan obat antimikroba. Namun para ahli mengatakan dengan kebijakan dan teknologi yang tepat, air limbah dapat dimanfaatkan kembali dengan aman.
Dalam upaya untuk mendapatkan lebih banyak air, banyak negara juga berupaya memanfaatkan atmosfer yang diperkirakan mengandung 13.000 kilometer kubik uap air. Semakin banyak negara yang bereksperimen dengan penyemaian awan, suatu teknik di mana awan ditaburkan dengan perak iodida untuk menghasilkan hujan atau salju.
Negara-negara mulai dari Australia hingga Afrika Selatan telah berinvestasi dalam teknologi ini, dan Tiongkok memiliki salah satu program paling ambisius di dunia.
Namun, para ahli mengatakan, pagar pembatas perlu dibuat untuk menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan, seperti kekeringan di wilayah lain.
Peluang dan Hambatan
Ketika banyak negara mencari sumber air bersih baru, para ahli mengatakan masyarakat juga perlu mengelola air yang mereka miliki dengan lebih baik.




