Dalam hal ini, peluang terbesarnya adalah mengurangi kehilangan air dalam sistem pertanian, misalnya dengan berinvestasi pada irigasi tetes, seperti yang sudah dijalankan di Jamaika.
Para ahli juga mengatakan kota-kota, yang merupakan rumah bagi lebih dari separuh penduduk dunia, harus melakukan upaya yang lebih baik dalam membendung kehilangan air, termasuk dari pipa yang bocor.
Di Amerika Serikat, misalnya, lebih dari 3,7 triliun liter air hilang setiap tahunnya akibat kerusakan pipa rumah tangga.
“Menggunakan sumber daya air yang ada dengan lebih efisien, dan juga memanfaatkan sumber air non-konvensional mempunyai potensi besar untuk meningkatkan kehidupan dan penghidupan,” kata Carvalho.
Para pembuat kebijakan di negara-negara yang mengalami kelangkaan air perlu “memikirkan ulang secara radikal” kebijakan perencanaan air mereka dengan menambahkan sumber-sumber air yang tidak konvensional ke dalam kebijakan tersebut.
“Agar hal ini dapat terwujud dengan cepat, dukungan finansial internasional dan ilmu pengetahuan untuk memandu keberlanjutan berbagai pendekatan sangat dibutuhkan,” katanya.




