Sabtu, Juli 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengubah Air Asin Menjadi Air Minum Akan Tumbuh Pesat

redaksi
20 Januari 2024
Kategori : Berita
0
Mengubah Air Asin Menjadi Air Minum Akan Tumbuh Pesat

Desalinasi, seperti yang ada di Arab Saudi, menyediakan air minum bagi 300 juta orang di seluruh dunia. Namun, ada kekhawatiran mengenai dampak lingkungan dari fasilitas tersebut, yang sering kali menggunakan bahan bakar fosil dan membuang air garam beracun. FOTO: FAYEZ NURLEDINE/AFP/UNEP.ORG

Karena itu, ketergantungan global terhadap desalinasi diperkirakan akan tumbuh pesat di tahun-tahun mendatang.

Namun, desalinasi memerlukan investasi besar dalam infrastruktur perpipaan dan pemompaan, sementara bahan bakar fosil yang biasanya digunakan dalam proses desalinasi yang boros energi berkontribusi terhadap pemanasan global.

Hasil desalinasi air garam beracun juga mencemari ekosistem pesisir.

Secara historis, sebagian besar air bersih untuk minum dan sanitasi berasal dari akuifer air tanah. Namun banyak yang mengalami kekeringan karena penggunaan berlebihan, musim kemarau yang lebih panjang, dan kekeringan.

Hal ini merupakan faktor risiko yang lebih tinggi bagi negara-negara kepulauan kecil yang sedang berkembang di mana air tawar semakin terancam oleh salinitas seiring naiknya permukaan air laut dan tenggelamnya lahan yang mengalami degradasi.

Dalam upaya untuk mendapatkan air, banyak negara beralih ke sumber air yang tidak konvensional.

​Di beberapa daerah pedesaan, termasuk di Chile dan Peru, masyarakat mengumpulkan air yang tersuspensi di udara. Beberapa dari sistem ini menggunakan jaring halus untuk menjebak tetesan kecil kabut dan menyedotnya ke dalam reservoir.

Banyak komunitas juga memandang air limbah sebagai jawaban potensial terhadap kekurangan air.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Arab SaudiDesalinasiJamaikaKekurangan AirLeticia CarvalhoMaldivesUNEP
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

4 Universitas Masuk Panel Ahli Untuk Membantu Aturan AI di Jepang

Next Post

Ini Analisis Gempa Merusak di Daratan Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah

Postingan Terkait

Badai Tropis Noul Akan Menguat Menjadi Topan Saat Mendekati Hong Kong

Badai Tropis Noul Akan Menguat Menjadi Topan Saat Mendekati Hong Kong

25 Juli 2026
Badai Tropis Noul Menguat di Laut Cina Selatan

Badai Tropis Noul Menguat di Laut Cina Selatan

25 Juli 2026

Ini Daftar 11 Nama Wisatawan Mancanegara yang Hilang di Teluk Tomini

11 Wisatawan Mancanegara dan 2 ABK Hilang di Perairan Teluk Tomini

10 Wisatawan Mancanegara Hilang di Perairan Teluk Tomini

Badai Tropis Noul Menuju Selat Luzon dan Pantai Timur Guangdong

Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

Next Post
Ini Analisis Gempa Merusak di Daratan Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah

Ini Analisis Gempa Merusak di Daratan Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah

TERBARU

Badai Tropis Noul Akan Menguat Menjadi Topan Saat Mendekati Hong Kong

Badai Tropis Noul Menguat di Laut Cina Selatan

Ini Daftar 11 Nama Wisatawan Mancanegara yang Hilang di Teluk Tomini

11 Wisatawan Mancanegara dan 2 ABK Hilang di Perairan Teluk Tomini

10 Wisatawan Mancanegara Hilang di Perairan Teluk Tomini

Badai Tropis Noul Menuju Selat Luzon dan Pantai Timur Guangdong

AmsiNews

REKOMENDASI

Pinisi Pusaka Indonesia Tiba di Selayar

Otoritas Perikanan Jepang Membiarkan Paus Minke Terjebak dalam Jaring

Mewaspadai Perikanan Indonesia Pascaperang Dagang USA-China

Ada Rambu Daerah Terlarang di Kaki Gunung Ruang Kampung Pumpente dan Laingpatehi Sitaro

KPLP: Bila Cuaca membahayakan Keselamatan Kapal, Syahbandar Tunda Persetujuan Berlayar

Berkeliling Asia: Kasino Terbaik untuk Wisatawan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.