Aplikasi dapat diakses melalui tautan http://scc.oseanografi.lipi.go.id/. Program komputer ini menggunakan variabel kepadatan, biomassa, dan persentase cakupan lamun.

Indonesia memiliki luas padang lamun 293 ribu hektar. Jumlah luasan tersebut adalah yang tertinggi di negara-negara Asia Tenggara.
Informasi luasan padang lamun dapat memberikan indikasi kondisi dan potensi secara menyeluruh. Jika luasan terjadi penurunan, ini menunjukkan adanya tekanan atau ancaman pada ekosistem tersebut.
Peneliti mangrove dari P2O LIPI, Aan J. Wahyudi mengatakan, ekosistem pesisir atau vegetasi laut seperti mangrove, rawa air asin, lamun, dan makroalga memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dioksida atmoster melalui proses fotosintesis.
Menurut Aaan, karbon dioksida atmoster yang mengalir dalam siklus yang melewati vegetasi laut disebut dengan istlah karbon biru atau blue carbon.
“Karbon biru juga mengacu pada akumulasi dan penyimpanan karbon organik dalam endapan,” kata Aan.
Karbon biru mengacu pada karbon dioksida atmosfer yang diserap oleh ekosistem laut pesisir (vegetasi laut), yaitu mangrove, rawa-rawa air payau, lamun, makroalga, melalui pertumbuhan tanaman (proses fotosintesis). Selain itu, akumulasi dan penguburan bahan organik dalam sedimen.
Sebagai vegetasi pantai, mangrove dan lamun berkontribusi signifikan terhadap penyerapan karbon dalam sedimen, yaitu 50 persen dari total 216 TgC per tahun. Secara global, padang lamun memiliki cadangan karbon antara 4,2 hingga 8,4 PgC. Sementara mangrove memiliki cadangan karbon antara 4,0 hingga 20,0 PgC.*





Komentar tentang post