Program tersebut sebagai hasil kerja sama BRIN dengan UNESCO/IOC Sub-Commission for the Western Pacific (WESTPAC).
Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek BRIN Edy Giri Rachman Putra menyoroti tiga arah utama BRIN.
Pertama, konsolidasi sumber daya (manusia, infrastruktur, anggaran) iptek untuk meningkatkan critical mass, kapasitas, dan kompetensi riset Indonesia. Fungsinya untuk menghasilkan invensi dan inovasi sebagai fondasi utama Indonesia Maju 2045.
Kedua, menciptakan ekosistem riset sesuai standar global yang terbuka (inklusif) dan kolaboratif bagi semua pihak (akademisi, industri, komunitas, pemerintah).
Ketiga, menciptakan fondasi ekonomi berbasis riset yang kuat dan berkesinambungan dengan fokus digital – green – blue economy.
Edy Giri berharap pelatihan ini meningkatkan kerja sama dengan Indonesia melalui BRIN pada tingkat nasional. Harapannya, terdapat para peneliti dari berbagai kampus maupun pada tingkat regional dan global, khususnya di Asia Pasifik.
Edy Giri juga membuka kesempatan kepada para peserta yang nantinya akan melakukan praktik dan kerja lapangan di Pulau Pari. Pulau ini sebagai salah satu tempat penelitian yang dimiliki oleh Pusat Riset Oseanografi BRIN.
“Diharapkan dapat seluas-luasnya memanfaatkan semua fasilitas yang ada di sana, untuk dapat melanjutkan kerja sama penelitiannya,” ujarnya.




