Kedua, mendorong tumbuhnya startups dan UMKM industri pengolahan ikan di pelabuhan-pelabuhan pendaratan ikan dan daerah penangkapan, agar ikan segar yang baru ditangkap dapat segera diolah dan disimpan atau diawetkan untuk selanjutnya didistribusikan ke pulau-pulau yang lebih padat penduduknya.
Memberikan pendampingan teknis pengembangan bisnis dan fasilitasi pembiayaan, pelatihan-pelatihan keamanan pangan (food safety) business matching, hingga channeling pemasaran, termasuk membangun sentra-sentra produksi bersama (coworking space) yang memenuhi standar keamanan pangan untuk digunakan bersama-sama oleh startups dan UMKM.
Ketiga, membangun jejaring logistik dan kapal-kapal pengangkut barang yang berlayar berkeliling ke sentra-sentra industri pengolahan ikan di Indonesia Timur dan pulau-pulau padat penduduk di Indonesia Barat. Inisiatif ini bisa disinergikan dengan Program Tol Laut dan memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan perikanan yang mangkrak di Indonesia Timur.
Termasuk didalamnya membangun jalur logistik rantai dingin (cold chain) dengan menyediakan cold storage container di kapal-kapal pengangkut barang tersebut.
Keempat, mendorong peningkatan konsumsi ikan dengan kampanye berdagang ikan yang lebih intensif di segala lini pasar (tradisional, modern, e-marketplace/online), termasuk memberikan insentif pengurangan pajak (tax holiday). Kemudian, kemudahan membuka usaha, hingga subsidi ongkos kirim barang dari pasar kepada pembeli yang sering jadi kendala dalam bisnis online saat ini.*





Komentar tentang post