KKN yang dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dari 19 fakultas ini sangat penting karena menyinergikan berbagai bidang keilmuan untuk membuat satu aktivitas yang berdampak positif terhadap masyarakat secara menyeluruh (completed) dan terintegrasi (integrated). Hal ini karena sebagian besar penduduk yang berprofesi nelayan banyak membutuhkan sentuhan pengetahuan-pengetahuan practical yang terkadang ilmunya belum mereka dapatkan.
“Kalau berbagai disiplin ilmu semua bersinergi, saya yakin pengembangan Indonesia ke depan akan lebih cepat dan tentunya akan memberikan dampak bagi pemberdayaan masyarakat, memeratakan kapasitas (SDM) dari bangsa kita,” ujar Susi.
Susi mengatakan, kegiatan KKN yang dilaksanakan diharapkan dapat membawa filosofi keberlanjutan dalam tata kelola perikanan yang telah menjadi fokus KKP selama ini. Di beberapa wilayah, masih banyak penangkapan ikan memakai metode bius dan dinamit.
“Itu juga harus menjadi salah satu tugas adik-adik semua untuk bisa membina masyarakat nelayan untuk tidak menangkap ikan dengan cara destructive. Ini bisa membahayakan karena sangat merusak lingkungan dan terumbu karang kita,” katanya.
Susi berpesan agar mahasiwa yang akan pergi ke daerah dapat membawa fenomena dan paradigma baru dalam mengelola tata kelola sumber daya alam, melihat kehidupan yang harus diperbaiki untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya.





Komentar tentang post